Agar Tidak Langka, Presiden Ajak Petani Sawit Swadaya Produksi Minyak Goreng

0
176
ARAHAN Presiden Joko Widodo dalam pertemuan (foto BPMI Setpres)

JAKARTA, KABARTERKINI.co.id – Presiden Joko Widodo menerima kedatangan sejumlah petani sawit swadaya di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu 23 Maret 2022. Dalam pertemuan, para petani menyampaikan sejumlah hal mulai dari persoalan sawit hingga inovasi-inovasi yang telah mereka kembangkan.

“Kami menyampaikan beberapa inovasi-inovasi telah dikembangkan. Alhamdulillah sambutan dan respon Pak Presiden cukup baik, terutama terkait pendanaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) bisa dikontribusikan kepada petani swadaya secara maksimal,” ujar perwakilan petani, Rukaiyah Rafik di kutip BPMI Setpres.

Terkait BPDPKS, para petani sawit swadaya mengusulkan agar ada perwakilannya duduk di dalam struktur kepengurusan. Dengan demikian, diharapkan kepentingan para petani sawit swadaya dari seluruh Indonesia dapat terlayani.

Sedangkan program biodiesel, para petani sawit swadaya mengusulkan agar perusahaan-perusahaan skala besar bisa menjalin kemitraan, melalui kerja sama secara langsung. Menurut Rukaiyah, hal ini cukup membahagiakan bagi para petani sawit swadaya di seluruh Tanah Air.

“Kami di sini perwakilan dari petani sawit swadaya seluruh Indonesia. Jika kemitraan terjalin dengan perusahaan skala besar maka kami yakin bahwa petani sawit swadaya akan lebih sejahtera dan mandiri di masa depan,” imbuhnya.

Dalam pertemuan, sambung Rukaiyah, Presiden mendorong koperasi-koperasi petani sawit swadaya memproduksi minyak goreng agar tidak langka, serta bisa diakses secara murah dan mudah oleh masyarakat. Sebab 45 persen dari total produksi minyak sawit di Indonesia berasal dari petani sawit swadaya.

“Kami berterima kasih kepada Pak Presiden atas sambutan hangatnya dan juga beberapa arahan-arahan dari beliau. Pak Presiden sempat menyampaikan akan mencoba berdiskusi dengan koperasi-koperasi di mana nanti akan dibikin satu model untuk petani sawit swadaya bisa memproduksi minyak goreng,” pungkasnya. (*andi surya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here