Bupati Lepas Da’i Desa Binaan Tim Imtaq Asahan

0
100
BUPATI Asahan Surya (tengah) saat menggelar acara pelepasan Da'i Desa Binaan Tim Imtaq Asahan 2021

ASAHAN, KABARTERKINI.co.id – Keberadaan Da’i bagi Pemerintah Kabupaten Asahan merupakan salah satu aset terpenting dalam mempercepat laju perubahan ke arah lebih baik. Karena untuk mewujudkan Asahan Sejahtera yang Religius dan Berkarakter diperlukan pemikiran positif, penuh semangat dan idealisme dari para Da’i dalam rangka memberikan masukan terbaik bagi kemajuan bersama.

Demikian dikemukakan Bupati Asahan H. Surya dalam sambutannya pada acara pelepasan Da’i Desa Binaan Tim Imtaq Asahan 2021. Acara berlangsung di aula Melati Kantor Bupati Asahan, Selasa 6 Juli kemarin.

Untuk dapat diketahui, Da’i binaan Tim Imtaq Asahan ini bertugas melakukan pembinaan dan pelatihan kepada masyarakat beragama Islam di empat desa, yakni Desa Silau Maraja, Kecamatan Setia Janji, Desa Air Putih dan Desa Rawang Baru, Kecamatan Rawang Panca Arga dan Desa Gajah, Kecamatan Meranti. Dimana warga Muslim di empat desa ini menjadi minoritas.

“Saya berharap keberadaan Da’i di Desa Binaan yang di tempatkan di empat desa ini mampu melakukan perbaikan di tengah warga Muslim minoritas. Barangkali ada yang perlu dikoordinasikan, saya minta kepada para Da’i selalu bersemangat dalam berkarya dan berikhtiar menyelesaikan masalah sosial keagamaan di wilayahnya,” pesan Surya.

“Kepada Camat dan Kepala Desa terkait, agar dapat berkoordinasi dengan para Da’i untuk terus menebar manfaat bagi masyarakat, terkhusus warga Muslim yang tinggal di daerah minoritas. Kebermanfaatan itu bisa dirumuskan dalam aneka bentuk, tergantung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” pesannya lagi.

Ketua Imtaq Asahan H. Ahmad Qosim Marpaung dalam laporan menyampaikan, pelepasan Da’i binaan Tim Imtaq Asahan ini untuk memberikan pembinaan dan pelatihan di empat desa tersebut. Para Da’i itu terdiri dari 20 Da’i Pelaksana dan 8 Da’i Pembina. Dari 20 orang Da’i pelaksana akan diletakkan 5 Da’i di setiap desa, dan dari 8 Da’i Pembina diletakkan 2 Da’i di setiap desa, serta 1 guru mengaji di setiap desa.

“Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga bulan dengan pembinaan meliputi bilal mayit, khotib dan materi – materi tilawah quran lainnya. Kita berharapkan selama tiga bulan ke depan warga Muslim di empat desa tersebut sudah dapat mempraktekkan hasil binaannya masing – masing,” pungkas Ahmad.
(syahroel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here