Buronan Kasus Balak Liar di Tangkap Tim Kejagung, Azmi: Singapura Bukan Surga Para Koruptor

0
71
KANTOR Kejagung RI (foto Istimewa)

JAKARTA, KABARTERKINI.co.id – Ketua Asosiasi Ilmuan Praktisi Hukum Indonesia (ALPHA) Azmi Syahputra menilai Singapura bukan surga bagi para koruptor kakap dari Indonesia. Sebab Kejaksaan Agung RI membuktikan bisa menangkap buronan kasus korupsi pembalakan liar atau illegal logging, Adelin Lis di Negeri Singa itu.

“Sepuluh tahun lebih Adelin melarikan diri. Akhirnya ditangkap Tim Kejagung pada 2018. Kemudian Tim menerima surat dari ICA atau Imigrasi Singapura untuk verifikasi pada 4 Maret kemarin. Artinya apa, Singapura bukan tempat para koruptor bersembunyi, kalau ketahuan akan ditangkap,” tegas Azmi melalui keterangan tertulis ke Grup WhatsApp Pers Kejari Natuna, Jumat 18 Juni 2021.

Kronologis kejadian sehingga Adelin ditangkap Tim Kejagung, menurut Azmi, bermula saat Imigrasi Singapura mencurigai seseorang menggunakan paspor atas nama Hendro Leonardi. Setelah ditela’ah seksama, rupanya paspor digunakan palsu.

“Pemerintah Singapura dan Indonesia adalah pihak dalam treaty on Mutual Legal Assistance (MLA) dalam masalah pidana di antara negara-negara anggota ASEAN. Sehingga sangat patut Singapura merespon dan membantu serta mendukung permintaan Jaksa Agung agar Adelin Lis dikembalikan ke Jakarta dan dijemput dan diserahkan ke Indonesia,” tegasnya.

Sebab, sambung Azmi, bersangkutan dikategori buronan beresiko tinggi. Ada beberapa catatan dilakukan Adelin pada 2006. Ketika hendak ditangkap KBRI Beijing, ia bersama pengawalnya melakukan perlawanan dan memukuli staf KBRI Beijing dan melarikan diri.

Malahan pernah melarikan diri dari LP Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara. Jadi melihat sepak terjang Adelin sangat tepat bila Pemerintah Singapura mendeportasinya ke Jakarta melalui Kejagung.

“Kontribusi bantuan Pemerintah Singapura, Kejaksaan Agung Singapura termasuk Imigrasi Singapura serta Kementerian Dalam Negeri Singapura menunjukkan sinergitas dan komitmen pemberantasan korupsi dan konsekuensi tindak lanjut sebagai pihak dalam treaty on MLA, antara Indonesia dan Singapura,” katanya.

“Namun apabila pemerintah Singapura tidak membantu dan memudahkan proses pemulangan Adelin pada Kejagung, maka benar dugaan pernah disampailkan Deputi Penindakan KPK Karyoto. Yang mengatakan, Singapura satu-satunya negara yang membuat penegak hukum Indonesia sulit menangkap buron korupsi dan image-nya dianggap sebagai surga para koruptor. Tapi nyatanya tidak,” katanya lagi. (*red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here