kabarterkini.co.id, NATUNA – Setelah dua tahun berjalan tanpa ada pembaharuan citra gambar ditampilkan, Google Earth akhirnya merilis update gambar terbaru di kawasan Laut Natuna Utara (sebutan Indonesia) atau Laut China Selatan, di kutip militermeter.com, 22 April 2019.
Tentu saja yang menarik adalah aktifitas China dalam membangun pangkalan militer di Kepulauan Spratly. China bahkan melakukan reklamasi atau membuat pulau buatan.

Aksi China telah mengundang protes negara-negara yang mengklaim atas kepemilikan Kepulauan Spartly. Mereka adalah Vietnam, Malaysia dan Filipina.
Dengan penguasaan China atas pulau itu, garis laut zona eksklusif Vietnam bergeser lebih sempit. Yang mengundang gerakan boikot China di negeri paman Ho tersebut. Vietnam sendiri pernah mengalahkan China dalam perang perbatasan di darat pada 1975.
Sedangkan Filipina dan Malaysia tidak berkutik karena dijebak hutang Beijing. Dari citra terbaru, dapat diketahui beberapa perkembangan dan detil menarik mengenai kehadiran militer China di pulau-pulau kecil dalam kawasan tersebut.
Ada beberapa hal bisa dilihat dalam citra-citra baru ini:
1. Pembangunan hangar-hangar berukuran kecil dan besar serta struktur pendukungnya di Subi Reef dan Fiery Cross Reef.

2. Bangunan-bangunan retractable roof di Subi Reef dan Mischief Reef.

3. Pembangunan tanki bahan bakar dan air bawah tanah di Subi Reef, Woody Island dan Mischief Reef yang berukuran besar, mencapai ribuan kaki panjangnya.

4. Pad beton di Mischief Reef yang ukurannya pas untuk SAM battery, dan ada kendaraan militer di pad tersebut.

5. Antena farm serta air defense tower.

6. Barak bertingkat dan senior officer quarters dengan kolam renang di Fiery Cross Reef.

7. Ada objek yang disembunyikan di bawah terpal di Woody Island.

Penulis andy surya