Kue Kejutan, HPN di Perbatasan

0
938
KAPOLRES Natuna, Kabag Humas dan Kapuspenkogabwilhan I saat memotong kue ulang tahun
Rayakan HPN 2020, jurnalis Natuna mendapat kejutan kue ulang tahun dari Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto.

Kabarterkini.co.id, Natuna – Roy Sianipar terlihat ceria, Sabtu malam 8 Februari 2020. Ketua Aliansi Jurnalis Online Indonesia Natuna itu ceria, karena bersama seluruh rekan media kabupaten kepulauan perbatasan di tengah negara Asean ini, sedang memperingati Hari Pers Nasional (HPN) ke 74 di depan Tugu Bola Dunia Pantai Piwang Ranai.

Di antara puluhan rekan wartawan terkenal idealis itu, terlihat Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Natuna Muhammad Ravi. Rupanya dua organisasi cukup dikenal di kabupaten perbatasan ini, sebagai motor penggerak peringatan hari jadi para kuli tinta itu, seperti tahun sebelumnya.

Namun pada tahun sebelumnya, HPN di peringati cukup meriah. “Sengaja kita memperingati HPN ke 74, secara sederhana,” ungkap Roy Sianipar. “Karena kita masih dalam suasana empati dengan di observasi 238 saudara kita dari Wuhan, Tiongkok di Hanggar Barat Bandara Lanud Raden Sadjad Ranai,” timpal Muhammad Ravi.

Loh, kenapa merasa empati terhadap observasi WNI dari Wuhan di Hanggar Barat Bandara Lanud Raden Sadjad Ranai? Sebenarnya rasa empati itu, tidak pernah terbesit, sebelum awak media, khususnya warga Natuna mengetahui informasi sebenarnya.

Sebab 238 WNI dari Wuhan itu, sempat ditolak warga Natuna, ketika di observasi di Hanggar Barat Bandara Raden Sadjad Ranai, Ahad 2 Februari lalu. Penolakan serupa terjadi di Batam. Sehingga mereka tidak jadi diobservasi di Asrama Haji kota industri itu.

WAKIL Ketua I DPRD Natuna bersama Ketua Komisi I DPRD Natuna dan anggota DPRD Natuna

Alasan penolakan, 238 WNI dari Wuhan itu, takut membawa virus Corona. Virus sangat mematikan dan menular, serta belum ada obatnya. Kemungkinan mendapat penolakan di Batam, Pemerintah Republik Indonesia ujug-ujug menetapkan Natuna sebagai kawasan observasi.

Kawasan observasi di Hanggar Barat Bandara Lanud Raden Sadjad Ranai itu, di publis seolah-olah sebuah rumah sakit terlengkap di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Jaraknya jauh dari permukiman penduduk, sekitar 5 atau 6 kilometer. Nyatanya, informasi itu menyesatkan.

Warga Natuna pun menolak. Mereka merasa dijadikan bahan percobaan. Seandai 238 WNI dari Wuhan itu benar-benar membawa virus Corona, warga Kota Ranai, ibukota kabupaten perbatasan ini, akan terisolasi. Mereka tidak akan bisa kemana-mana.

Atas masalah itu, warga Natuna melakukan aksi demontrasi berhari-hari. Mereka membuat enam poin tuntutan, salah satu poin meminta Pemerintah RI membangun Posko Layanan Kesehatan di beberapa titik di Kota Ranai.

Lima poin tuntutan dipenuhi. Hanya satu poin, meminta para WNI itu di observasi di kapal perang, tidak bisa disetujui. Mengingat melanggar aturan ditetapkan Badan Kesehatan Dunia atau WHO.

KETUA PWI Natuna salam komando dengan Kapolres Natuna

Emosi semakin mereda, ketika warga Natuna mengetahui, penyebaran virus itu tidak akan terjadi, jika tidak berdekatan atau bersentuhan langsung. Lalu, emosi menjadi simpati. Puncaknya, saat Pemerintah Kabupaten Natuna dan Pemerintah RI melaksanakan zikir akbar di Masjid Agung Natuna, Kamis 6 Februari 2020.

Zikir bertema sama dengan peringatan HPN di usung jurnalis Natuna, yaitu: “Dari Natuna Selamatkan Indonesia.” Tema mempunyai makna mendalam, hanya Natuna siap menampung 238 WNI dari Wuhan itu, meskipun mempunyai rumah sakit apa adanya, jika terjadi gawat darurat.

Warga Natuna terus mendoakan, agar 238 saudara mereka kuliah di Wuhan itu, segera di beri kesehatan, dan dapat kembali kerumah masing-masing, setelah menjalani observasi selama 14 hari.

“Saya himbau pada warga Natuna, khusus awak media, agar memberikan informasi menyejukan ditengah masyarakat tentang kondisi 238 saudara kita dari Wuhan,” kata Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto, tiba-tiba hadir, dengan membawa kue ulang tahun.

Kehadiran Perwira Kepolisian melati dua secara tiba-tiba itu, menjadi suprais (kejutan) bagi awak media. Berpakaian dinas lengkap, Nugroho datang bersama, Kepala Pusat Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kapuspenkogabwilhan) I Kolonel (Mar) Aris Mudian dan Palaksa Lanal Ranai Letkol Laut (Kh) Kadek Ary Pambudi.

KETUA AJOI Natuna salam komando dengan Palaksa Lanal Ranai

Wakil Ketua I DPRD Natuna Daeng Ganda Rahmatullah, didampingi Ketua Komisi I DPRD Natuna Wan Arismunandar serta anggota lainnya, Erwan Hariadi turut memeriahkan acara.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Natuna Defrizal mewakili Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal mengucapkan selamat menyambut Hari Pers Nasional. Sebelumnya, ucapan senada dari para tamu lainnya.

Dini hari, acara puncak HPN ke 74, jatuh setiap 9 Februari itu, seluruh yang hadir serentak mengucapkan selamat Hari Pers Nasional 2020, serta mendoakan 238 WNI dari Wuhan, cepat sehat, dan kembali ke daerahnya masing-masing. (*andy surya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here