Laut China Selatan Membara, Militer Inggris Gabung AS dan Jepang Kepung Tiongkok

0
3345
KAPAL induk Amerika (foto: FB)

Kabarterkini.co.id, Natuna – Situasi Laut China Selatan semakin membara. Sejumlah kelompok militer berbagai benua tumpah ruah di perairan dilewati sepertiga perjalanan laut seluruh dunia itu. Lantaran negara-negara miliki kekuatan militer besar di seluruh dunia ingin menekan China atau Tiongkok.

Alasannya, dilansir dari serambinews.com, Sabtu 18 Juli 2020, tetap sama, seperti sebelumnya. Tiongkok dianggap telah lancang mengenai batas teritorial mereka, baik di darat maupun di laut. Bahkan perselisihan awal bermula dari sengketa perbatasan kini semakin meluas.

Yang terbaru adalah isu mata-mata dilancarkan negeri ‘Panda’ itu di seluruh dunia termasuk Inggris  melalui perusahaan-perusahaan mereka berada di luar negeri. Setelah kebijakan dalam negeri untuk membatalkan kerjasama dengan pabrikan ponsel kenamaan asal Tiongkok, Huawei, diboikot Inggris.

Kini Pemerintahan Ratu Elizabeth itu, akhirnya ikut bergabung dengan Amerika Serikat (AS) dan Jepang yang lebih dulu mengirim kapal induk mereka ke perairan Laut China Selatan. Tujuannya tidak lain, mengepung Tiongkok jangan bertindak semena-mena atas perbatasan wilayah dengan banyak negara.

Bahkan seperti pernah diberitakan sebelumnya, Tiongkok tengah bersitegang setidaknya 18 negara. Baik berbatasan langsung di darat maupun laut. Penentangan atas dominasi Tiongkok di kawasan Indo-Pasifik tersebut semakin gencar disuarakan negara-negara berkekuatan militer besar.

Kapal induk andalan Inggris, seperti HMS Queen Elizabeth dan kapal induk HMS Prince of Wales pun telah menuju ke perairan Laut China Selatan. Sebagai informasi, HMS Queen Elizabeth, merupakan kapal induk terbaru Inggris berbobot 65.000 ton. Kapal induk ini merupakan kapal perang terbesar pernah dibangun Inggris bersama HMS Prince of Wales untuk kebutuhan angkatan laut kerajaannya.

Melansir dari The Australian, dua kapal induk bernilai 3,1 miliar pounsterling atau Rp 84 miliar. Kapal Induk Queen Elizabeth diperkirakan akan mengunjungi Timur Jauh, melakukan latihan militer dengan sekutu mereka termasuk AS dan Jepang.

Kapal induk ini memiliki 700 awak, namun jumlah itu bisa bertambah hingga 1.600 ketika jet tempur dan helikopter dimuat di atasnya. Kapal induk Queen Elizabeth akan dikawal dua kapal perusak tipe 45, dua kapal fregat tipe 23, dua kapal tanker, dan beberapa helikopter.

Mulanya kapal induk ini hanya memuat dua skuadron jet tempur siluman F-35B Lighting II, satu dari AS dan satu dari Inggris. Ternyata bukan hanya Inggris gerah dengan tingkah Tiongkok di Indo-Pasifik, tetapi negara-negara seperti Australia dan Kanada juga merasakan. Kabarnya dua negara besar itu akan menyusul Inggris menuju Laut China Selatan, bergabung dengan tiga negara telah mendahului. (*andy surya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here