Pandemi Covid-19 Meningkat, Natuna Tunggu Masker Gratis Pemerintah

0
209
MASKER habis pakai (foto ilustrasi)

NATUNA, KABARTERKINI.co.id – Belakangan ini sudah tidak terdengar, pemerintah bagi-bagi masker gratis kepada masyarakat. Padahal secara nasional, kasus Covid-19 meningkat tajam. Sehingga muncul berbagai istilah, agar masyarakat mengurangi aktifitasnya.

Istilah terbaru, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM dari level 1 hingga level 4. Apapun istilahnya, tetap kembali ke laptop, yakni protokol kesehatan, seperti memakai masker diluar rumah, jaga jarak aman, hindari kerumunan massa, serta selalu terapkan pola hidup bersih dan sehat.

Jadi inti utama, ingin terhindar dari wabah Covid-19, masyarakat harus memakai masker. Kain selembar habis pakai itu, awal-awal Covid-19, pemerintah sibuk bagi-bagi gratis. Kini, meskipun virus itu kembali “mengamuk” masker gratis tidak pernah terdengar dibagikan ke masyarakat.

“Seharusnya pemerintah perhatikan masalah masker, karena dengan sehelai kain selamatkan nyawa satu bangsa,” kata Fitri, salah seorang warga Bandarsyah, saat KABARTERKINI.co.id minta tanggapan, Sabtu 24 Juli 2021.

Padahal, sambung ibu rumah tangga itu, awal-awal Covid-19, pemerintah sibuk bagi-bagi masker. Kini, meskipun kasus Covid-19 melonjak, hilang jiwa sosial pemerintah pada masyarakatnya.

“Kami berharap, kembali masyarakat di beri masker gratis, sekaligus bantuan sembakonya,” kata ibu rumah tangga itu, sambil tersenyum.

Lukman (17), seorang pelajar, salah satu SLTA di Kota Ranai, Ibukota Kabupaten Natuna, saat dimintai tanggapan mengaku merasa sedikit keberatan membeli masker. Meskipun harganya tidak terlalu mahal. Sebab lama-lama bisa terbebani uang sakunya.

“Masker satu helai Rp2 ribu, kita bisa pakai 4 hingga 6 jam. Seandai satu bulan, sudah berapa duit keluar. Apalagi sebagai pelajar, uang jajan sekolah di stop orang tua. Karena kebijakan belajar dari rumah,” ucap Lukman.

Menurut dia, jika memakai masker kain, kurang higenis. Berulang-ulang di cuci dan dipakai. Bisa-bisa malah merusak sistem pernapasan. “Dulu, Natuna masuk Zona Kuning, banyak yang bagi-bagi masker gratis. Kini Zona Oren, tidak pernah dengar ada yang bagi,” katanya.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Natuna Hikmat Aliansyah, saat dimintai tanggapan menyebutkan, masker yang ada memang diutamakan bagi petugas kesehatan. “Bukan anggaran terbatas tapi jumlahnya terbatas,” singkatnya. (*zani)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here