Wabup Tutup Secara Resmi Training Center Cabang Tilawatil Qur’an Natuna

0
239

NATUNA, KABARTERKINI.co.id – Berbagai program kerja pembangunan daerah mengalami pengalihan, demi menangani pandemi Covid-19 yang sedang mewabah di dunia, termasuk di Natuna. Sedangkan di kabupaten perbatasan ini sudah masuk Zona Kuning.

Menyikapi hal tersebut, protokol kesehatan merupakan satu-satunya solusi tepat bagi melanjutkan berbagai program kerja dan aktivitas dan interaksi masyarakat. Sehingga harus tetap diterapkan serta menjadi perhatian bersama, bagi memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Demikian disampaikan Wakil Bupati NatunaNgesti Yuni Suprapti saat menutup resmi kegiatan Pembinaan/Trainning Center Cabang Tilawah Al Qur’an anak-anak, remaja dan dewasa) yang digelar Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Natuna. Penutupan berlangsung di aula MAN 1 Ranai, Jum’at pagi 20 November 2020.

SUASANA pertemuan

“Tilawatil Qur’an merupakan upaya bersama dalam mengembangkan serta memberantas buta aksara Alquran. Bukan hanya melalui pelatihan semata, melainkan LPTQ tingkat kecamatan juga harus mendukung, diantaranya dengan membangun koordinasi dengan lembaga/taman pendidikan Alquran, pengurus tempat ibadah maupun para guru mengaji,” sambutan Ngesti.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Natuna, ia mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada pengurus LPTQ Natuna yang telah menggelar kegiatan ini. Walaupun penyelenggaraan harus dihentikan sebelum jadwal direncanakan.

“Semoga kedepan kegiatan pembinaan ini akan terus dapat dilaksanakan agar muncul qari/qariah handal, berdaya saing dan menjadi potensi Duta Tilawatil Qur’an yang dapat mengharumkan nama daerah,” kata Ngesti.

FOTO bersama

Ketua I LPTQ Natuna Ahmad Husein menyampaikan bahwa rencana awal kegiatan ini akan dilaksanakan selama dua bulan, tapi mengingat keadaan wilayah daerah sedang berada dalam Zona Kuning Covid-19, dengan terpaksa kegiatan dihentikan.

“Meski pun kegiatan ini baru dilaksanakan beberapa hari, tapi hasilnya sudah dapat dilihat dari meningkatnya kemampuan para peserta dalam memahami serta melatih kemampuan Tilawatil Qur’an,” ungkap Ahmad. (*pro kopim/arf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here