Program Maganghub 2026, Strategi Menaker Jangkau Semua Provinsi

0
564
SUASANA peninjauan di PT Ecogreen Oleochemicals, Batam, Kepri (foto Humas Kemenaker RI)

BATAM, KABARTERKINI.co.id – Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli menargetkan Program Pemagangan Nasional atau MagangHub 2026, menjangkau seluruh provinsi di Indonesia. Dengan program ini, pemerintah ingin peserta magang tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa, tetapi tersebar merata agar kesempatan kerja bagi lulusan muda semakin terbuka di berbagai daerah.

“Dari data MagangHub, saat ini memang masih banyak penumpukan magang di Pulau Jawa. Kita ingin agar ini tersebar di setiap provinsi,” kata Yassierli saat melakukan monitoring dan evaluasi Pemagangan Nasional di PT Ecogreen Oleochemicals, Batam, Kepri, Selasa 24 Februari 2026.

Untuk mewujudkan, Kementeriannya telah menyiapkan penguatan ekosistem magang di daerah. Strateginya dimulai dari pemetaan target berdasarkan sektor unggulan dan kapasitas industrinya, serta memperbanyak mitra penyelenggara pemagangan, baik perusahaan maupun instansi pemerintah.

“Kita tetapkan peta target per provinsi yang realistis, berbasis sektor unggulan dan kapasitas industri daerah, bukan sekadar pemerataan angka,” kata Yassierli sambil mengajak setiap daerah memiliki mitra, atau mentor siap membimbing, serta rencana pembelajaran yang jelas agar kualitas tetap terjaga meski program diperluas.

Tidak lupa, Yassierli menyatakan proses pemilihan tempat magang melalui MagangHub dibuat lebih adil bagi semua daerah. Para peserta bebas memilih perusahaan tujuan, tetapi pemerintah akan membuat perusahaan di luar Jawa lebih mudah ditemukan di platform dan lebih menarik dipilih, terutama memiliki standar pembinaan yang baik.

BACA JUGA :  Kasat Binmas Polres Kepulauan Anambas Sosialisasi Pembentukan Binpolmas

“Para peserta magang memilih sendiri perusahaan tujuan. Jadi ini juga menjadi tantangan bagi perusahaan, bagaimana agar mereka dapat dipilih para peserta magang. Ada kompetisi sesama peserta dan sesama perusahaan,” katanya.

Sementara dalam kunjungan ke PT Ecogreen Oleochemicals, Yassierli mengapresiasi standar pembinaan diterapkan perusahaan tersebut. Ia menilai perusahaan ini tidak hanya menjalankan aktivitas industri, tetapi membangun jembatan transisi bagi lulusan baru menuju dunia kerja profesional, termasuk dengan menyediakan fasilitas makan dan tempat tinggal bagi peserta.

“Sekali lagi, saya sangat mengapresiasi PT Ecogreen Oleochemicals yang telah memberikan standar tinggi dalam pemagangan. Ini adalah contoh konkret kolaborasi pemerintah dan industri untuk menyiapkan fresh graduate menghadapi dunia kerja sesungguhnya,” kata Yassierli.

Salah satu peserta magang, Radja Ghiffary Al Hakim, lulusan Teknik Mesin Universitas Syiah Kuala, mengaku mendapatkan peningkatan signifikan pada kemampuan teknis maupun keterampilan non teknis selama mengikuti program tersebut.

“Saya merasa beruntung bisa bergabung dalam program magang nasional ini. Keterampilan saya be nar-benar terasah dan siap diterjunkan ke dunia kerja profesional,” kata Radja.

BACA JUGA :  Silahturahmi Bersama Masyarakat Natuna, WSRH Undang Artis Dangdut Indonesia Hajah Kristina

Wakil Menaker RI Afriansyah Noor juga meninjau program MagangHub dari PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Plant 1, Karawang, Jawa Barat. Ia menegaskan industri harus berperan sebagai “laboratorium pencetak ahli” untuk menjembatani kesenjangan antara teori pendidikan dan kebutuhan di pabrik.

“Industri bukan lagi sekadar pemakai tenaga kerja, tapi harus menjadi laboratorium pencetak ahli. Kontribusi TMMIN dalam MagangHub ini adalah bukti bahwa kolaborasi nyata bisa memangkas jurang pemisah antara teori sekolah dan kebutuhan pabrik,” kata Afriansyah.

TMMIN, ia menilai memiliki ekosistem pengembangan sumber daya manusia yang matang, mulai dari Vocation Program, Internship Program, hingga Praktik Kerja Lapangan (PKL). Dengan jangkauan sekitar 250 orang per tahun. Untuk program MagangHub tahun ini, sebanyak 21 peserta mengikuti pelatihan intensif di Plant 1.

“Dengan infrastruktur pelatihan yang sudah matang ini, TMMIN layak menjadi role model bagi perusahaan manufaktur lain. Kita ingin melihat standar pelatihan di sini ditiru oleh industri lain agar kompetensi tenaga kerja kita merata secara nasional,” kata Afriansyah mengakhiri. (*Andi)

Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini