Kemnaker dan Pertamina Jajaki Kerja Sama Pelatihan HSE dan Operator SPBU

0
208
FOTO bersama seusai pertemuan (foto Biro Humas Kemnaker)

JAKARTA, KABARTERKINI.co.id — Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI Cris Kuntadi menerima kunjungan Pertamina Corporate University (PCU). Dalam kunjungan digelar pertemuan membahas potensi kerja sama pemanfaatan fasilitas Balai Besar/Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP/BPVP) sebagai tempat pelatihan Health, Safety & Environment (HSE) serta pelatihan operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

“Kita menggelar pelatihan untuk memperkuat kompetensi SDM sektor energi agar lebih terstandar, aman dan siap kerja. Kita juga menjaga bukan hanya kompetensi di atas kertas, tapi keselamatan dan kualitas layanan di lapangan,” kata Cris di kutip dari keterangan tertulis, Senin 2 Maret 2026.

“Kalau pelatihan dibuat relevan, terukur dan terhubung dengan kebutuhan industri, dampaknya terasa, yaitu pekerja lebih terlindungi dan layanan kepada masyarakat lebih profesional,” katanya lagi.

Dalam pertemuan ini, sambung Cris, merupakan bagian dari upaya memperkuat link and match antara pelatihan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya pada sektor energi. Yang menuntut standar keselamatan dan layanan konsisten.

Sementara dalam usulan kerja sama, terdapat dua ruang kolaborasi utama yang dibahas. Poin pertama, pemanfaatan fasilitas BBPVP/BPVP sebagai tempat pelatihan HSE untuk pekerja Third Party Contract (TPC) Pertamina.

BACA JUGA :  Peduli HPN 2022, PWI Beri Penghargaan ke Kapolres Bintan

Pelatihan HSE diposisikan sebagai kebutuhan fundamental untuk memperkuat standar keselamatan kerja, sekaligus mendorong standardisasi kompetensi melalui fasilitas pelatihan pemerintah yang dapat diakses lintas wilayah.

Arah manfaatnya dibuat konkret, agar semakin baik kompetensi HSE, semakin kecil ruang bagi kelalaian yang berujung pada kecelakaan kerja, gangguan operasional atau risiko lain yang berdampak pada pekerja dan keluarganya.

“Dengan pelatihan vokasi yang lebih terstruktur dan bisa dijalankan di berbagai BBPVP/BPVP, dalam mengikuti pelatihan, pekerja dekat dengan domisili,” kata Cris sambil menjelaskan, poin kedua, PCU mengusulkan pemanfaatan BBPVP/BPVP untuk pelatihan operator SPBU melalui Program Energy Service Academy (ESA).

Program ini diarahkan untuk mencetak operator SPBU profesional, kompeten dan siap kerja. Dampaknya dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, yakni layanan di SPBU lebih rapi, standar pelayanan lebih seragam, dan kualitas pelayanan dapat ditopang SDM terlatih.

BACA JUGA :  Bupati Kepulauan Anambas Terima Penghargaan dari Menteri Kesehatan RI

Dari sisi kapasitas nasional, Cris memaparkan kesiapan ekosistem pelatihan vokasi yang dapat mendukung kolaborasi tersebut. Berdasarkan data per Desember 2025, Ditjen Binalavotas memiliki ribuan program pelatihan dalam SIAPkerja serta puluhan ribu skema sertifikasi, didukung jejaring BLK pemerintah, LPK swasta, dan BLK komunitas, serta sebaran BPVP dan satuan pelayanan di berbagai wilayah.

Penguatan ini menjadi fondasi agar kerja sama tidak hanya terpusat, tetapi bisa diperluas bertahap sesuai kebutuhan dan ketersediaan fasilitas. Sebagai tindak lanjut, Kemnaker dan PCU akan melanjutkan pembahasan teknis mengenai model pelatihan, kebutuhan fasilitas, skema pelaksanaan, serta opsi kerja sama berkelanjutan, termasuk penetapan langkah awal (milestone) realistis.

Penyusunan dokumen kerja sama akan mengacu pada ketentuan yang berlaku, termasuk pedoman kerja sama sesuai Permenaker Nomor 19 Tahun 2024, agar prosesnya tertib, akuntabel, dan tidak menimbulkan salah tafsir. (*Andi)

Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini