Bota Luncurkan SAION AI, Platform Physical AI Pertama Biomanufaktur

0
392
(PRNewsfoto/Bota)

NATUNA, KABARTERKINI.co.id – SAION AI tidak hanya berfokus pada desain in silico atau berbasiskan simulasi komputer. Platform ini, dikutip dari PR Newswire, merupakan rangkaian lengkap Physical AI yang mengintegrasikan kemampuan kognisi, orkestrasi dan eksekusi dalam satu sistem melalui eksperimen terpadu.

Dengan pendekatan ini, SAION AI dapat terus mengoptimalkan proses penemuan biologi dan biomanufaktur. Karena SAION AI dirancang dengan arsitektur tiga lapis, yakni Kognisi, Orkestrasi dan Eksekusi. Didukung oleh model bahasa besar atau large language model/LLM.

Platform ini menyatukan proses penalaran ilmiah dengan pelaksanaan eksperimen di dunia nyata. Arsitekturnya memperlancar koordinasi dari pemahaman sistem biologis hingga eksperimen laboratorium. Otomatis tercipta siklus tertutup yang terus belajar dan mengoptimalkan proses biomanufaktur.

Kognisi, Pemahaman Biologis Berbagai Skala

Lapisan Kognisi dibangun dengan data dari Cell2Cloud Biofoundry milik Bota, mengintegrasikan puluhan juta titik data eksperimen, jutaan publikasi ilmiah dan paten serta berbagai basis data biologi publik. Dikombinasikan dengan model AI4Science.

Otomatis SAION AI mampu mengembangkan pemahaman biologis dalam berbagai skala, mulai dari gen, protein, sel hingga proses fermentasi. Pendekatan ini memfasilitasi desain sistem biologis yang lebih sistematis dan pengambilan keputusan ilmiah berbasiskan data.

BACA JUGA :  Tomorrowland Winter 2026, KuCoin Luncurkan Tomorrowland Limited Edition KuCard

Orkestrasi, Koordinasi Riset Secara Cerdas

Lapisan Orkestrasi berpusat pada mesin orkestrasi Agen yang memanfaatkan kemampuan penalaran dari LLM untuk mengoordinasikan kolaborasi multiagen, penggunaan berbagai alat ilmiah, serta alur kerja penelitian secara menyeluruh.

Lapisan ini mampu memecah tujuan penelitian yang kompleks menjadi tugas-tugas terstruktur, serta mengintegrasikan 316 sarana ilmiah khusus. Sehingga mendukung alur kerja penelitian otomatis dengan kemampuan penanganan kesalahan (fault tolerance).

Eksekusi, Eksperimen Otomatis

Melalui Biological Protocol Language milik Bota, SAION AI dapat mengubah desain eksperimen menjadi instruksi standar yang langsung dijalankan oleh perangkat laboratorium.

Data dari eksperimen nyata kemudian dikirim kembali ke lapisan Kognisi. Dengan demikian, model AI dapat terus diperbarui, serta meningkatkan kinerja penelitian dan pengembangan (R&D).

Kinerja di Dunia Nyata

SAION AI telah menunjukkan kinerja terdepan SOTA untuk berbagai tolok ukur AI di bidang ilmu hayati, membuktikan kemampuannya sebagai sistem AI Scientist. Dengan hasil utama yang dicapai antara lain:

BACA JUGA :  Dispar Natuna Gelar Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata

1. Pemahaman literatur ilmiah 70,7 persen untuk LitQA + SuppQA, melampaui sejumlah model AI general-purpose terkemuka.

2. Penalaran sekuens biologis 88,2 persen untuk SeqQA saat mengerjakan tugas DNA, RNA dan protein.

3. Rekayasa genetika 84,9 persen untuk tolok ukur pengeditan gen dan kloning.

4. Penemuan ilmiah 89,6 persen untuk tolok ukur BAIS-SD.

Validasi di dunia nyata menunjukkan, SAION AI secara otonom menyelesaikan seluruh proses penelitian, mulai dari tinjauan literatur hingga perakitan eksperimen laboratorium dengan tingkat akurasi lebih dari 90 persen.

Dengan peluncuran SAION AI merupakan langkah penting menuju era baru biomanufaktur. Proses yang sebelumnya mengandalkan metode trial-and-error, kini berkembang menjadi disiplin rekayasa cerdas, tepatnya ketika AI dan laboratorium fisik bekerja sama mempercepat penemuan ilmiah dan produksi dalam skala industri. (*Andi)

Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini