Usai Lebaran, Harga Tiket Pesawat Natuna “Maju” ke Batam Stabil Tinggi, Rp2,2 Juta – Rp2,7 Juta

0
602
FOTO ilustrasi

NATUNA, KABARTERKINI.co.id – Harga tiket pesawat Natuna ke Batam, masih stabil dan tetap tertinggi dari kabupaten atau kota lain se-Indonesia. Padahal, kabupaten kepulauan perbatasan di tengah Negara Asean, yang didengung-dengungkan sejak Pilkada tahun lalu, dengan slogan “Bupati Baru Natuna Maju” ini hanya berjarak sekitar 569 kilometer dari Kota Batam, dan masih dibawah naungan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dengan waktu tempuh penerbangan sekitar sejam.

Dilansir dari www.tiket.com, Jumat 24 Maret 2025, pukul 16,54 WIB, harga tiket pesawat Natuna-Batam, seusai Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriyah, antara Rp2,2 juta hingga Rp2,7 juta sekali terbang, dengan jabaran sebagai berikut:

1. Maskapai Wing Air dari Ranai (Natuna/NTX) – Hang Nadim (Batam/BTH), Rabu 25 Maret 2026,  harga tiket Rp2.493.300, kelas Ekonomi.

2. Maskapai Wing Air dari Ranai (Natuna/NTX) – Hang Nadim (Batam/BTH), Jumat 27 Maret 2026, harga tiket Rp2.653.300, kelas Ekonomi.

BACA JUGA :  Tiket Pesawat Natuna-Batam, Sekitar Satu Jam Terbang, Harga Dekati Rp3 Jutaan (1)

3. Maskapai Wing Air dari Ranai (Natuna/NTX) – Hang Nadim (Batam/BTH), Ahad 29 Maret 2026, harga tiket Rp2.413.300, kelas Ekonomi.

4. Maskapai Wing Air dari Ranai (Natuna/NTX) – Hang Nadim (Batam/BTH), Senin 30 Maret 2026, harga tiket Rp2.687.200, kelas Ekonomi.

5. Maskapai NAM Air dari Ranai (Natuna/NTX) – Hang Nadim (Batam/BTH), Selasa 31 Maret 2026, harga tiket Rp2.413.300, kelas Ekonomi.

6. Maskapai Wing Air dari Ranai (Natuna/NTX) – Hang Nadim (Batam/BTH), Rabu 1 April 2026, harga tiket Rp2.776.000, kelas Ekonomi.

FOTO dari www.tiket.com, Jumat 24 Maret 2025, pukul 16,54 WIB

Sementara, Natuna adalah kabupaten kepulauan perbatasan di tengah negara Asean. Di sejumlah titik Pulau Bunguran Besar, telah ditetapkan Pemerintah RI sebagai Geosite Nasional.

BACA JUGA :  Wakil Bupati Natuna Sosialisasi New Normal di Pulau Laut

Arti penetapan ini, Natuna sangat layak sebagai kawasan wisata karena keindahan alamnya. Namun penetapan ini, tidak didukung transportasi udara memadai, sebab harga tiketnya selangit.

Otomatis kabupaten kepulauan perbatasan ini tidak akan pernah maju, serta semakin terisolir. Jika Pemerintah RI melalui Kemenhub-nya tidak mengambil sikap menurunkan harga tiket pesawat Natuna-Batam atau sebaliknya, agar sedikit murah seperti di daerah lain di Indonesia.

Presiden RI ke 7 Joko Widodo (Jokowi) beberapa kali berkunjung dan pernah menetapkan kabupaten perbatasan ini, dengan lima sektor pembangunan, yakni minyak dan gas, perikanan, pariwisata, lingkungan hidup serta pertahanan dan keamanan. (*Andi)

Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini