Pulihkan Ekonomi Sumatera Utara dan Aceh, Menaker RI Salurkan Bantuan Rp32 Miliar

0
121
SAMBUTAN Menteri Yassierli

MEDAN, KABARTERKINI.co.id —Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI Yassierli menyalurkan bantuan sekitar Rp32 miliar atau tepatnya, Rp32.252.643.000 ke Sumatera Utara dan Aceh. Bantuan disalurkan dari program Kementerian Tenagakerjaan atau Kemnaker Peduli, agar mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana di dua kawasan itu pada tahun lalu.

Penyaluran bantuan ini sebagai wujud kehadiran negara dalam masa sulit, sekaligus upaya mendorong masyarakat agar kembali bangkit, bekerja dan berdaya. Yassierli menyampaikan duka dan empati mendalam atas bencana melanda masyarakat Sumatera Utara dan Aceh.

“Dampak bencana tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga mempengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat,” kata Yassierli seusai menyerahkan bantuan di BBPVP Medan, Sumatera Utara, Selasa 21 April 2026. “Namun saya yakin, dengan semangat gotong royong dan ketangguhan masyarakat Sumatera Utara dan Aceh, kita akan mampu bangkit dan pulih bersama.”

Bantuan ini, sambungnya, tidak hanya bersifat simbolis, tetapi dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi pemulihan ekonomi dan penguatan keterampilan masyarakat terdampak.

BACA JUGA :  Aktif 44 Tahun Pasar Modal Indonesia, Tercapai 1 Juta SID Saham Baru

Bentuk dan Rincian Bantuan

Total bantuan Rp32.252.643.000 dialokasikan untuk beberapa program, dengan rincian:

Pelatihan Vokasi.

Bantuan program pelatihan vokasi untuk Sumatera Utara sebanyak 4.516 orang dengan anggaran Rp16.531.704.000 dan Aceh sebanyak 2.438 orang dengan anggaran Rp8.918.439.000. Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan kerja agar masyarakat dapat kembali bekerja atau membuka usaha mandiri.

Padat Karya.

Sebanyak 40 paket kegiatan senilai Rp4.000.000.000 untuk menciptakan lapangan kerja sementara dan menggerakkan ekonomi lokal di wilayah terdampak.

Tenaga Kerja Mandiri (TKM).

Sebanyak 400 paket bantuan senilai Rp2.000.000.000 untuk mendorong tumbuhnya usaha kecil baru di masyarakat.

Santunan Pekerja Terdampak.

Bantuan kepada 28 pekerja terdampak kategori berat dan sedang berupa paket sembako dan tali asih senilai Rp52.500.000 sebagai bentuk kepedulian sosial.

Dukungan Wirausaha MPSI.

Bantuan pelatihan dan modal usaha senilai Rp750.000.000 untuk memperkuat kapasitas wirausaha masyarakat agar lebih mandiri secara ekonomi.

BACA JUGA :  Tiba di Banjar, Presiden Tinjau Lokasi Bencana Banjir

Dukungan Pemulihan Pascabencana

Yassierli menegaskan, Kemnaker melalui BBPVP Medan dan Aceh juga menyiapkan dukungan pemulihan jangka menengah dan panjang melalui pelatihan vokasi berbasis kebutuhan pascabencana, peningkatan keterampilan kerja dan kewirausahaan, serta penguatan produktivitas agar masyarakat kembali mandiri secara ekonomi.

Jadi, sambungnya, pemulihan ekonomi tidak berhenti pada bantuan awal, tetapi harus berlanjut hingga masyarakat benar-benar pulih dan berdaya.

“Bencana boleh meruntuhkan bangunan, tetapi tidak boleh meruntuhkan semangat masyarakat,” kata Yassierli. “Kita jadikan musibah ini sebagai titik untuk bangkit lebih kuat dan lebih siap menghadapi masa depan.”

Tidak lupa, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, seperti pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan dan masyarakat untuk terus bersinergi mempercepat pemulihan dan penguatan SDM di Sumatera Utara dan Aceh. (*Andi)

Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini