Pukul Wakil Ketua I KBPP Polri Resor Natuna, Staf Desa Ini Dipolisikan

0
362
WAN Muhammad Ali, Wakil Ketua I KBPP Polri Resor Natuna saat melakukan visum di rumah sakit pada bagian matanya bengkak akibat dipukul

NATUNA, KABARTERKINI.co.id – Wakil Ketua I Keluarga Besar Putra-Putri (KBPP) Polri Resor Natuna Wan Muhammad Ali dipukul Staf Desa Sedanau Timur, Sahroni, Selasa pagi 8 September 2026.

Akibat pemukulan di kantor desa berada di wilayah Tanjung Sebauk, Kecamatan Bunguran Batubi itu, keluarga Pak Wan -biasa disapa- tidak terima.

“Kami telah melaporkan kejadian pemukulan ini ke Markas Polres Natuna, Rabu malam 9 September 2026,” kata Zamroni. “Kami mau pemukulan dilakukan Staf Desa itu, di proses hukum.”

Menantu Wan Muhammad Ali itu, sama dengan keluarga lainnya tidak terima, tindakan semena-mena Sahroni. Sebagai Staf Desa harusnya ia mengayomi masyarakat, bukan menjadi tukang pukul.

“Kejadian pemukulan berawal, saya menegur Pak Sahroni karena duduk diatas meja di kantornya,” kata Pak Wan saat ditemui di Kedai Kopi Jhon, Jalan Pramuka, Ranai. “Sedangkan sejumlah warga duduk di kursi.”

BACA JUGA :  Tiket Pesawat Natuna "Maju" ke Batam, Satu Jam Terbang, Harga Berkisar Rp2,4 Juta Hingga Rp3 Juta (1)

Sementara warga hadir di Kantor Desa Sedanau Timur, Selasa pagi kemarin, sambungnya, sebab mendapat undangan rapat. Namun Pak Wan tidak memberitahu detail, rapat tentang apa?

LAPORAN Polisi

“Setelah saya tegur, saya pun beranjak ke ruang kantor sebelah,” katanya. “Saat memasuki ruang itu, terjadilah pemukulan dilakukan Sahroni.”

Dalam pemukulan, Pak Wan tidak bisa membela diri. Mengingat salah seorang staf memegang atau memeluk dirinya dari belakang, sehingga tidak bisa bergerak.

“Jika tidak di pegang atau di peluk, mungkin saya bisa mengelak,” katanya. “Karena tidak bisa bergerak, saya hanya bisa pasrah dipukuli.”

BACA JUGA :  Proyek PL Satu Harga di Dinas PUPR Karimun, Ini Kontraktor Pelaksananya (3)

Dari Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor: LP/B/24/IX/2026/SPKT/Polres Natuna/Polda Kepulauan Riau, Pak Wan mengakui dipukul pada Senin 7 September 2026 saat akan mengikuti rapat.

“Orang tua saya salah menyebut harinya,” kata Zamroni. “Sekali lagi saya sampaikan, beliau salah hari yang pasti kejadiannya Selasa pagi 8 September 2026.”

Kades Sedanau Timur Tarmizi hingga berita di publikasi belum dapat di konfirmasi. Pertanyaannya, apakah ia mengetahui stafnya telah memukul warga sekitar hingga kasusnya bergelinding ke Kepolisian? (*Red)

Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini