
NATUNA, KABARTERKINI.co.id – Ketua Keluarga Besar Putra-Putri (KBPP) Polri Resor Natuna Andi Surya mendukung Wan Muhammad Ali melaporkan kejadian pemukulan di alaminya ke Markas Polres Natuna. Agar kejadian serupa tidak di alami masyarakat lain, karena pelaku pemukulan salah seorang staf Kantor Desa.
“Pelaku, sesuai laporan Pak Wan, namanya Sahroni, Staf Kantor Desa Sedanau Timur,” kata Andi melalui keterangan tertulis, Kamis 10 September 2026. “Kejadiannya di kantor desa tersebut pada Selasa 8 September kemarin.”
Selain warga Sedanau Timur, sambung Andi, Wan Muhammad Ali menjabat sebagai Wakil Ketua I KBPP Polri Resor Natuna. Otomatis organisasinya sangat mendukung pelaku pemukulan di proses hukum.
“Staf Kantor pemerintahan harusnya mengayomi masyarakat, bukan menjadi tukang pukul,” katanya. “Kalau tidak diproses hukum, kejadian serupa bakal di alami masyarakat lainnya.”
Sementara Wan Muhammad Ali -biasa disapa- Pak Wan telah melaporkan kejadian pemukulan ini ke Markas Polres Natuna, Rabu malam 9 September 2026. Kejadian pemukulan berawal, Pak Wan menegur Sahroni duduk diatas meja di kantornya.
Sedangkan sejumlah masyarakat duduk di kursi. Masyarakat hadir di Kantor Desa Sedanau Timur, karena mendapat undangan rapat. Namun Pak Wan tidak memberitahu detail, rapat tentang apa?
“Setelah saya tegur, saya pun beranjak ke ruang kantor sebelah,” kata Pak Wan pada sejumlah awak media di Kedai Kopi Jhon, Jalan Pramuka, Ranai. “Saat memasuki ruang itu, terjadilah pemukulan dilakukan Sahroni.”
Dalam pemukulan, Pak Wan tidak bisa membela diri. Mengingat salah seorang staf memegang atau memeluk dirinya dari belakang, sehingga tidak bisa bergerak.
“Jika tidak di pegang atau di peluk, mungkin saya bisa mengelak,” katanya. “Karena tidak bisa bergerak, saya hanya bisa pasrah dipukuli.”
Dari Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor: LP/B/24/IX/2026/SPKT/Polres Natuna/Polda Kepulauan Riau, Pak Wan mengakui dipukul pada Senin 7 September 2026 saat akan mengikuti rapat.
“Orang tua saya salah menyebut harinya,” kata Zamroni, menantu Pak Wan dihubungi melalui telepon WhatsApp. “Sekali lagi saya sampaikan, beliau salah hari yang pasti kejadiannya Selasa pagi 8 September 2026.” (*Red)
Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id









