
ANAMBAS, KABARTERKINI.co.id – Menjaga kelestarian alam bukan sekadar menyelamatkan hutan dan laut dari kerusakan. Lebih dari itu, upaya konservasi menjadi bagian penting dalam mempertahankan sumber penghidupan masyarakat serta membuka peluang ekonomi bagi generasi mendatang.
Komitmen tersebut terus diperkuat Yayasan Anambas melalui tiga pilar utama yang saling terhubung, yakni konservasi hutan melalui APOH, konservasi laut melalui ALOH, serta pengembangan masyarakat melalui BEYOND.
Head of Yayasan Anambas Devina Mariskova menjelaskan bahwa ketiga pilar tersebut menjadi landasan dalam membangun keseimbangan antara perlindungan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Selama delapan tahun menjalankan program pendampingan, Yayasan Anambas telah menjangkau puluhan desa dengan berbagai kegiatan nyata. Di sektor daratan, yayasan mendukung penyediaan lebih dari 2.000 bibit pohon, penanaman dan pemeliharaan tanaman, hingga pengembangan agroforestri bersama kelompok tani di Gunung Siantan dan Desa Telaga.
Sementara itu, di wilayah laut, upaya menjaga kekayaan bahari Anambas dilakukan melalui pemantauan terumbu karang di 32 titik dan rehabilitasi lebih dari 4.000 meter persegi terumbu karang. Perlindungan penyu juga terus dilakukan bersama kelompok ranger dari Desa Bayat dan Desa Sunggak, sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.

“Konservasi tidak cukup hanya dengan menjaga lingkungan, tetapi juga harus dibarengi peningkatan kemampuan masyarakat,” katanya seusai penandatanganan MoU dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas, Kamis 29 Oktober 2026.
Melalui program pendampingan, sambung Devina, warga didorong menguasai keterampilan pemantauan lingkungan, pencatatan data, hingga pengelolaan pariwisata berbasis konservasi. “Konservasi menjadi bagian dari menjaga penghidupan dan peluang ekonomi masyarakat. Pemahaman inilah yang mendasari pekerjaan kami sebagai mitra masyarakat dan desa,” ujarnya.
Tidak hanya berfokus pada hutan dan laut, Yayasan Anambas juga mendorong pemberdayaan perempuan melalui pengembangan keterampilan usaha, pertanian rumahan, pengelolaan sampah terpadu, serta pendidikan. Di Telaga dan Piabung, program pertanian rumahan dilaporkan telah menghasilkan lebih dari 1.000 kilogram sayuran. Pada 2026, sebanyak 140 siswa dari sembilan sekolah juga mengikuti program Digital English Club untuk memperkuat kemampuan bahasa Inggris.
Bagi Yayasan Anambas, pengalaman delapan tahun pendampingan menjadi pengingat bahwa masa depan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat tidak dapat dipisahkan. Dengan memperkuat keterampilan, membuka pilihan mata pencaharian, serta menumbuhkan kepedulian terhadap alam, masyarakat diharapkan semakin tangguh menghadapi dampak perubahan iklim sekaligus menjaga kekayaan alam Anambas agar tetap lestari bagi generasi mendatang. (*Yady)
Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id










