Ekonomi Anjlok, Pedagang Kuliner Pantai Piwang, Natuna Sepi Pembeli

0
226
SUASANA Pantai Piwang, Natuna sepi pembeli, Ahad petang 5 April 2026

NATUNA, KABARTERKINI.co.id – Ekonomi Natuna setiap hari terus menurun tajam alias anjlok, otomatis berdampak pada para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah atau UMKM, seperti pedagang Pantai Piwang. Tahun-tahun sebelumnya, pusat perdagangan kuliner di tengah Kota Ranai, ibukota kabupaten kepulauan perbatasan ini ramai pembeli.

Malahan sempat lokasi penjualan berada di bibir Pantai Piwang itu, lahannya menjadi perebutan para pedagang yang baru datang. Namun sejak 2025 hingga April 2026, pembeli menurun drastis. Satu persatu pedagangnya meninggalkan kios alias di tutup.

Hanya tinggal sekitar belasan kios beroperasi. Hasil pantauan, Ahad petang 5 April 2026, belasan kios menjual berbagai macam makanan dan minuman itu, tidak tampak ramai pembeli. Jadi isu dihembuskan ekonomi Natuna tumbuh di atas 17 persen, tidak sesuai fakta lapangan.

BACA JUGA :  Hadiri Pelantikan Pengurus Kadin Natuna, Ketua Dewan: Semoga Kadin Dapat Bina UMKM

“Sudah cukup lama sepi pembeli,” kata Ketua Sri Panglima Pantai Piwang Bujang Midai saat ditanya KABARTERKINI.co.id via telepon WhatsApp. “Pendapatan para pedagang turun drastis dari tahun-tahun sebelumnya.”

Pembeli mulai sepi, menurut organisasi pengurus pedagang di pantai itu, terjadi sejak 2025. Sehingga sebagian para pedagang tidak berjualan. Tahun-tahun sebelumnya, berjualan di pantai ini sangat menjanjikan.

“Tinggal saya dengan istri masih menjadi langganan tetap di kedai kuliner Pantai Pawang ini,” kata Mustakim, warga Ranai ditempat terpisah. “Coba sering-sering berkunjung kesini, benar atau tidak kenyataannya, daya beli masyarakat semakin menurun.”

Sementara isu di hembuskan oknum-oknum tidak bertanggungjawab, ekonomi Natuna tertinggi di Kepri sebesar 17 persen, belum diketahui memakai data instansi mana. Sebab fakta lapangan, menyatakan sebaliknya.

BACA JUGA :  Kepala BP Batam dan Ketua Umum PIKORI BP Batam Serahkan 6 Sapi Super di  Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah

Yang jelas puncak utama ekonomi Natuna anjlok, dengan tidak lancarnya pembayaran Tunjangan Penghasilan Pegawai atau TPP, belum dilunasinya utang pihak ketiga pada 2024 dan 2025 serta minimnya lapangan kerja di kabupaten kaya migas, perikanan dan pariwisata ini.

Catatan: KABARTERKINI.co.id membuka ruang klarifikasi dari pihak terkait mengenai perekonomian Natuna tumbuh hingga 17 persen, berasal dari data mana. Sebab fakta di lapangan, daya beli masyarakat menurun drastis, April tahun ini semakin parah. (*Andi)

Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini