
NATUNA, KABARTERKINI.co.id – Ekonomi Natuna semakin hari semakin hancur. Salah satu penyebabnya, daya beli masyarakat menurun. Sehingga isu disampaikan ekonomi kabupaten kepulauan perbatasan ini mencapai 17 persen hanya isapan jempol belaka.
“Kalau ekonomi Natuna naik mencapai 17 persen, datanya dari mana,” kata Ahmad, warga Kota Ranai, Ibukota Kabupaten Natuna, Senin siang 6 April 2026. “Coba Abang turun kelapangan, berapa rumah makan telah gulung tikar.”
Hasil pantauan di lapangan, tujuh rumah makan di Kota Ranai tutup total. Padahal ke tujuh rumah makan itu, merupakan rumah makan cukup ramai pembelinya.
“Yang saya tahu, tiga rumah makan pindah ke Kota Batam,” timpal Ridwan, rekan Ahmad. “Karena sepi pembeli, ketiga rumah makan itu tutup total dan pindah sejak akhir 2025 lalu.”
Bukan hanya rumah makan mengalami kebangkrutan gara-gara daya beli masyarakat menurun, banyak pengusaha toko pakaian pindah ke Kota Tanjungpinang dan Kota Batam.
“Jadi kabar ekonomi Natuna naik hingga 17 persen itu, hoak,” kata Ridwan. “Kita bisa lihat langsung kelapangan, seperti kedai atau kios kuliner di samping Toko Orion dan Pantai Piwang banyak yang tutup.”
Catatan: KABARTERKINI.co.id membuka ruang klarifikasi dari pihak terkait mengenai perekonomian Natuna tumbuh hingga 17 persen, berasal dari data mana. Sebab fakta di lapangan, daya beli masyarakat menurun drastis, April tahun ini semakin parah. (*Andi)
Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id









