Hoaks, Ekonomi Natuna “Maju” Melejit 17 Persen

0
263
EMPAT rumah makan di Kota Ranai, Natuna terlihat tidak pernah beroperasi alias tutup total

NATUNA, KABARTERKINI.co.id – Hoaks atau berita bohong di publikasi sejumlah media siber, beberapa hari lalu, ekonomi Natuna melejit 17 persen. Karena fakta di lapangan, ekonomi kabupaten kepulauan perbatasan di tengah negara Asean ini, mengalami keterpurukan.

“Siapa yang menulis berita ekonomi Natuna naik 17 persen, Mas,” kata salah seorang penjual lele goreng di Kota Ranai, Ibukota Kabupaten Natuna, Rabu malam 8 April 2026. “Atau Mas yang nulis ya?”

Pertanyaan-pertanyaan ini selalu di tanyakan pedagang kecil, khususnya usaha kuliner kepada KABARTERKINI.co.id. Seolah-olah semua awak media menulis kabar hoaks yang menyebutkan ekonomi Natuna meroket hingga 17 persen.

Padahal tidak semua awak media mau mempublikasi berita penuh resiko, karena persoalan hajat hidup orang banyak, dengan hanya menggunakan satu narasumber tanpa melakukan cek dan ricek dilapangan.

BACA JUGA :  Gadget Ogling: Amazon on Fire, Virtual Reality, True Nature and Energy Relief

Sesuai Kode Etik Jurnalistik atau KEJ Pasal 3 tertulis, wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini menghakimi, serta menerapkan asas praduga tidak bersalah.

Dalam konteks pasal ini, menguji informasi berarti melakukan verifikasi, cek dan ricek terhadap kebenaran informasi diperoleh, sebelum disiarkan atau publikasi. Sehingga berita disuguhkan merupakan fakta lapangan dan tidak merugikan masyarakat.

“Abang bisa lihat ekonomi Natuna, khususnya di Kota Ranai mengalami keterpurukan,” kata Ahmad, warga Ranai. “Banyak rumah makan tutup total, karena daya beli masyarakat menurun drastis.”

Salah satu alasan daya beli masyarakat menurun drastis, sambungnya, dua tahun belakang ini, Tunjangan Penghasilan Pegawai atau TPP dibayar tersendat-sendat. Contoh tahun ini, hanya sebulan TPP dibayar, padahal telah masuk bulan keempat.

BACA JUGA :  Kepala BP Batam Ajak Seluruh Pegawai Jaga Kekompakan

Lalu, utang pihak ketiga pada 2024 belum di bayar lunas. Alih-alih membayar lunas, malahan Pemerintah Kabupaten Natuna kembali berutang pada 2025. Utang-utang ini harus dibayar pada 2026. Pertanyaannya, kata Ahmad, “Utang mana dulu akan dibayar, 2024 atau 2025.”

Dengan carut marut ekonomi Natuna, hendaknya segera di cari jalan keluar. Mengingat kabupaten ini, masih tergantung dana transferan dari pemerintah pusat, karena berada di ujung Utara Indonesia, pendapatan asli daerah masih minim. (*Andi)

Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini