Hubungan Industrial Harus Naik Kelas, Menaker: Agar Pekerja Tidak Tertinggal oleh AI

0
121
SAMBUTAN Menaker Yassierli dalam acara Musyawarah Nasional Tahun 2026 FSP FARKES KSPSI di Jakarta, Kamis kemarin (foto Biro Humas Kemnaker)

JAKARTA, KABARTERKINI.co.id — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengingatkan pekerja atau buruh dan pengusaha agar tidak berhenti pada hubungan industrial yang sekadar harmonis. Di tengah laju teknologi, otomasi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang mengubah dunia kerja, hubungan industrial harus naik kelas menjadi transformatif agar pekerja tidak tertinggal dan perusahaan tetap mampu tumbuh.

Pesan itu disampaikan Yassierli saat membuka Musyawarah Nasional Tahun 2026 Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan (FSP FARKES) KSPSI di Jakarta, Kamis 2 April kemarin. Menurutnya, hubungan industrial kedepan tidak cukup hanya menjaga stabilitas atau meredam konflik, tetapi harus menjadi fondasi kolaborasi antara pekerja dan perusahaan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan.

“Struktur pekerjaan terus bergeser seiring era digitalisasi. Di sektor kesehatan dan farmasi sekalipun, perkembangan teknologi menuntut cara kerja lebih adaptif. olehvlbkarena itu, inovasi tidak boleh berjalan sendiri tanpa perlindungan bagi pekerja,” kata Yassierli dikutip Biro Humas Kemnaker, Jumat 3 April 2026.

“Ketika dunia berbicara tentang IT, otomasi dan AI, kita harus memastikan tidak ada pekerja yang tertinggal. No one left behind. Inovasi dan produktivitas harus berjalan seiring dengan perlindungan pekerja,” katanya lagi sambil menambahkan hubungan industrial yang matang tidak lahir secara instan.

BACA JUGA :  Gandeng PWI, Secara Berkala SMSI  Gelar UKW

Tahap awal dimulai dari kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan, lalu berkembang melalui komunikasi terbuka, konsultasi dalam pengambilan kebijakan, kerja sama dalam menyelesaikan persoalan, hingga akhirnya mencapai kolaborasi dan kemitraan strategis.

Pada tahap tertinggi itu, pekerja tidak lagi dipandang semata sebagai faktor produksi, melainkan aset strategis perusahaan. Dengan cara pandang ini, hubungan industrial tidak hanya berguna untuk mencegah perselisihan, tetapi juga menjadi jalan memperkuat daya saing usaha dan menjaga keberlanjutan kesejahteraan pekerja.

“Mimpi saya, semua perusahaan maturitas hubungan industrialnya naik kelas. Yang dulunya tidak ada SP/SB jadi ada SP/SB. Yang tidak ada Perjanjian Kerja Bersama (PKB) jadi punya PKB. Yang sudah punya PKB tapi pasalnya masih kering, sudah ada win-win solution. Naik kelas lagi, mulai berkolaborasi, perusahaan dan pekerja menjadi mitra bersama, mereka juga concern peduli terhadap lingkungan sekitar,” kata Yassierli.

Peningkatan kesejahteraan pekerja juga tidak bisa dilepaskan dari produktivitas. Oleh karena itu, menurutnya, hubungan industrial yang sehat harus dibangun dengan semangat saling percaya, saling mendengar dan saling mencari solusi, bukan semata mempertentangkan kepentingan pekerja dan perusahaan.

BACA JUGA :  Dukung KBPP Polri Pusat, KBPP Polri Daerah Kepri Lapor Kamaruddin Simanjuntak ke Polda Kepri

Jadi Yassierli mendorong agar aspirasi pekerja disampaikan secara konstruktif melalui dialog sosial yang mengedepankan gotong royong, kekeluargaan, dan musyawarah mufakat. Dengan pendekatan itu, persoalan hubungan industrial diharapkan tidak berlarut-larut, tetapi bisa diselesaikan bersama secara adil dan berkelanjutan.

“Kita punya kekuatan budaya gotong royong dan musyawarah. Dengan semangat itu, persoalan hubungan industrial dapat diselesaikan bersama. Melalui momentum musyawarah nasional ini, saya berharap serikat pekerja terus memperjuangkan pekerjaan yang adil dan layak,” katanya.

Lalu, sambung Yassierli, ikut mendorong inovasi, produktivitas dan cara kerja modern lebih adaptif dan efisien. Menurut dia, hubungan industrial yang transformatif menjadi salah satu kunci untuk membawa dunia kerja Indonesia lebih siap menghadapi perubahan menuju Indonesia Maju dan Indonesia Emas. (*Andi)

Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini