
Oleh: Andi Surya
DAYA beli masyarakat, merupakan tulang punggung perputaran ekonomi suatu kawasan. Tanpa peningkatan daya beli masyarakat, jelas semua lini usaha perekonomian, salah satunya pelaku usaha kecil dan menengah bakal gulung tikar.
Jadi pemerintah atau pemimpin suatu wilayah harus memikirkan peningkatan daya beli masyarakat ini, seperti memperlancar pembayaran tunjangan penghasilan pegawai negerinya. Karena tunjangan penghasilan ini, sangat krusial, jika berharap gajian, sebagian pegawai negeri telah “menyekolahkan” surat pengangkatannya ke bank, sebagai jaminan utang.
Lalu, membayar utang-utang kepada pihak ketiga, misalnya penyedia jasa kontruksi. Sebab utang-utang itu, wajib segera dibayarkan. Bukan menjadi rahasia, penyedia jasa kontruksi lokal, mempunyai modal usaha cukup terbatas. Setiap melaksanakan kegiatan pembangunan pemerintah, khususnya fisik, bekerjasama alias berutang pada pemilik toko material.
Seandai kegiatan pembangunan telah rampung, pemerintah tidak segera membayarkan alias berutang dengan alasan tidak punya anggaran, bagaimana nasib penyedia jasa konstruksi ini? Otomatis mereka akan terbeban dengan penggunaan material dari toko, upah pekerja dan sebagainya. Jika pemerintah berutang hingga dua tahun lamanya, sungguh tragis nasib penyedia jasa kontruksi tersebut.
Alasan pemimpin suatu daerah tidak punya anggaran atau masih menunggu dana transferan dari pemerintah pusat, baru membayar utang. Sebenarnya alasan ini, tidak bisa sebagai acuan. Seorang pemimpin seperti kepala rumah tangga, harus bertanggungjawab pada kebutuhan sandang, pangan dan papan keluarganya.
Ketika punya uang atau anggaran, utamakan kebutuhan pangan keluarganya, agar tidak kelaparan. Jangan punya uang pas-pasan, membeli sesuatu tidak dibutuhkan, sedangkan ekonomi keluarganya carut marut. Kalau tidak mampu menjadi pemimpin, sebaiknya mundur atau berhenti.
Kembali ke topik awal, peningkatan daya beli masyarakat, merupakan tulang punggung perputaran ekonomi suatu kawasan. Jadi pemimpin suatu kawasan harus mampu mencari solusi bagaimana caranya. Peningkatan ekonomi ini, bukan hanya membantu sarana prasarana, seperti memberi bantuan gerobak atau peralatan lainnya.
Ketika memberi bantuan sarana dan prasarana, daya beli masyarakat minim, tidak akan membuahkan hasil bagi para pelaku usaha, khususnya pedagang kecil. Intinya, daya beli masyarakat di utamakan, jangankan satu unit sarana dan prasarana, misalnya gerobak, sepuluh unit pun mampu di beli para pedagang, sebab mereka punya uang membeli dari hasil penjualan yang laris manis setiap harinya. ****
(Penulis: Pimpinan Perusahaan KABARTERKINI.co.id)
Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id









