Gubernur Kepri Resmikan Dermaga Apung di Kawasan Pelabuhan Jagoh Lingga

0
271
GUBERNUR Kepri Ansar Ahmad saat peresmian

LINGGA, KABARTERKINI.co.id – Gubernur Kepri Ansar Ahmad bersama Wakil Bupati Lingga Novrizal, meresmikan Dermaga Apung High Density Polyethylene atau HDPE di kawasan Pelabuhan Jagoh, Lingga, Senin 23 Februari 2026. Peresmian dermaga ini menjadi tonggak penting penguatan konektivitas wilayah pesisir dan pulau-pulau di Lingga.

“Dermaga Apung Pelabuhan Jagoh dibangun merupakan komitmen Pemerintah Provinsi Kepri dalam menjawab tantangan geografis daerah kepulauan. Apalagi kabupaten dan kota di Kepri merupakan wilayah maritim,” katanya dikutip melalui keterangan tertulis.

Jadi, sambung Ansar, konektivitas laut menjadi urat nadi pembangunan Kepri. Dermaga Apung HDPE di kawasan Pelabuhan Jagoh ini adalah solusi yang adaptif, efisien dan tepat untuk wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

“Pembangunan infrastruktur bukan hanya soal fisik, tetapi tentang membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya sambil menambahkan dengan akses yang semakin baik, aktivitas perikanan, perdagangan, hingga pariwisata akan semakin bergerak stabil.

“Kita ingin masyarakat Lingga merasakan langsung manfaat pembangunan dermaga apung ini. Lagi pula, pembangunan di Kepri harus merata dan berkeadilan. Kita akan terus hadir membangun hingga ke pulau-pulau terluar, agar tidak ada wilayah tertinggal di Kepri,” kata Ansar mengakhiri.

BACA JUGA :  Dinkes Natuna dan Puskesmas Ranai Gelar Kelas Ibu Hamil

Selain meresmikan Dermaga Apung HDPE di kawasan Pelabuhan Jagoh, politisi Partai Golkar Kepri itu juga dijadwalkan melaksanakan Safari Ramadhan dan Safari Subuh di wilayah Lingga. Kegiatan ini sebagai bagian dari agenda pembinaan dan silaturahmi bersama masyarakat.

Infrastruktur Modern Kawasan Kepulauan

Dermaga Apung HDPE di kawasan Pelabuhan Jagoh dibangun dengan anggaran sekitar Rp2,73 miliar. Infrastruktur ini memiliki spesifikasi ponton HDPE berukuran 9 meter x 4,5 meter, gangway sepanjang 13,5 meter dengan lebar 1,7 meter, serta trestle berukuran 4,5 meter x 3 meter.

Dengan desain yang kokoh namun fleksibel, dermaga ini mampu menyesuaikan pasang surut air laut sehingga memudahkan proses sandar kapal dalam berbagai kondisi cuaca. Dibandingkan dermaga beton konvensional maupun dermaga kayu, dermaga apung HDPE memiliki sejumlah keunggulan.

Material HDPE lebih tahan terhadap korosi air laut dan tidak mudah lapuk, otomatis biaya perawatan jauh lebih rendah. Struktur apungnya juga mengikuti dinamika gelombang dan pasang surut, membuat aktivitas naik turun penumpang maupun bongkar muat barang menjadi lebih aman dan nyaman.

BACA JUGA :  Hasil Rakor, PJN Bakal Gelar Mubes dan Pelantikan Pengurus

Dari 19 Dermaga Apung di Kepri, 5 Diantaranya di Lingga

Hingga saat ini, Pemerintah Provinsi Kepri telah membangun 19 unit pelabuhan ponton atau dermaga apung yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Dari jumlah tersebut, 5 unit berada di Lingga, yakni di kawasan Pelabuhan Penuba, Pelabuhan Benan, Pelabuhan Senayang, Pelabuhan Jagoh dan Pelabuhan Tanjung Buton Daik.

Keberadaan lima dermaga ini menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat antar pulau di Lingga, sekaligus memperkuat peran kabupaten Bunda Tanah Melayu ini membuka simpul konektivitas wilayah selatan Kepri.

Dorong Peningkatan Rasio Konektivitas

Pembangunan Dermaga Apung HDPE di kawasan Pelabuhan Jagoh akan berdampak pada capaian makro daerah. Rasio konektivitas Kepri pada 2024 tercatat sebesar 0,59 poin dan meningkat menjadi 0,70 poin pada 2025, naik sebesar 0,11 poin.

Dengan peningkatan ini mencerminkan semakin terbukanya akses antarwilayah, kelancaran distribusi barang dan jasa, serta meningkatnya mobilitas masyarakat di wilayah kepulauan. (*juwono)

Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini