
Oleh: Andi Surya
PEMERINTAH Republik Indonesia telah mengimbau seluruh daerah agar menerapkan efisiensi anggaran. Imbauan ini harusnya ditanggapi bijak seluruh kepala daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota. Caranya gunakan anggaran daerah dengan bijak dan tepat sasaran.
Sebenarnya kebijakan efisiensi paling terdampak pada daerah, misalnya provinsi yang belum bisa mandiri mencari pendapatan sendiri. Artinya masih berharap anggaran transferan dari Pemerintah RI melalui Kementerian Keuangan.
Bagi provinsi belum mandiri, sebaiknya pemimpinnya bijak menggunakan anggaran daerah yang di kelolanya. Harus di ingat anggaran daerah di kelola adalah dana milik masyarakat, bukan milik pribadi. Jadi dengan anggaran masyarakat cukup terbatas itu, utamakan peningkatan ekonomi, kesehatan dan pendidikan.
Sisanya, baru dipergunakan membangun fasilitas umum. Membangun paling efisien, yakni proyek-proyek fisik Penunjukan Langsung atau PL, senilai Rp400 juta kebawah, sesuai aturan terbaru saat ini. Ketika mengutamakan pembangunan proyek PL, berapa ribu tenaga kerja akan terakomodir, dari tukang, sopir, pemecah batu, pengumpul pasir, tukang gorengan atau makanan di lokasi pekerjaan.
Tapi jika anggaran sisa dipergunakan membangun proyek besar, tenaga kerja diberdayakan tidak sebanyak proyek PL. Proyek PL dalam pekerjaan menggunakan sistem manual, memerlukan tenaga manusia, dari pada tenaga mesin. Proyek besar atau mercusuar, lebih banyak menggunakan tenaga mesin.
Apalagi dana sisa tidak mencukupi membangun proyek mercusuar, harusnya pemimpin provinsi itu, jangan terlalu memaksa dengan mencari utangan, jaminannya anggaran daerah. Sekali lagi harus di ingat anggaran daerah, atau Anggaran Pendapatan Belanja Daerah alias APBD merupakan uang masyarakat.
Bukan uang pribadi atau kelompok sang pemimpin. Jika tetap ngotot berencana membangun proyek mercusuar yang totalnya mencapai Rp400 miliar pakai anggaran berhutang, wajar publik beropini, jangan-jangan ada kepentingan lain, alasannya membangun daerah.
Penulis berpesan dengan bahasa Melayu kepulauan, “Jike duit siket fokus saja bidang ekonomi kerakyatan, jangan nak belagak membangun proyek berskala besar memakai utang mengatasnamakan daerah.” Penulis pun Anak Tanjungpinang, minte tolong jangan berutang dengan menggadaikan anggaran milik masyarakat. ****
(Penulis: Pimpinan Perusahaan KABARTERKINI.co.id)
Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id









