Strategi Baru Kelola Sampah, Pemko Batam Fokus Siapkan Solusi Jangka Panjang

0
133
WALI Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakilnya, Li Claudia Chandra saat menghadiri penyampaian Laporan Akhir Kajian Optimalisasi dan Strategi Tata Kelola Pengangkutan Sampah Kota Batam

BATAM, KABARTERKINI.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus memperkuat komitmen dalam membenahi sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh dan berkelanjutan. Upaya ini dilakukan melalui penyusunan strategi tata kelola persampahan berbasis kajian ilmiah bersama Center for Environmental Technology Study (CETS) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

Komitmen ini disampaikan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad saat membuka penyampaian Laporan Akhir Kajian Optimalisasi dan Strategi Tata Kelola Pengangkutan Sampah Kota Batam di Grand Ballroom AP Premiere, Jodoh, Batuampar, Senin 18 Mei 2026. Dalam acara, tampak hadir, antara lain, Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra dan Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah.

Dalam sambutan, Amsakar menegaskan pengelolaan sampah membutuhkan langkah strategis yang disusun berdasarkan analisis ilmiah dan rekomendasi para ahli agar kebijakan diambil dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Kami ingin pengelolaan sampah di Batam memiliki arah penyelesaian yang jelas dan terukur sesuai rekomendasi para pakar. Setiap kebijakan harus dibangun melalui analisis yang cermat,” katanya.

BACA JUGA :  Wabup Natuna Ikuti Peringatan Harganas, TP PKK dan IBI Tingkat Provinsi Kepri Via Telekonfensi

Hasil kajian, menurutnya, akan menjadi bahan penting dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pengelolaan Sampah. Yang saat ini tengah dibahas bersama DPRD Batam.

Sedangkan Pemko Batam ingin sistem pengelolaan sampah tersusun secara terintegrasi mulai dari tingkat lingkungan hingga pengelolaan akhir di Tempat Pembuangan Akhir atau TPA.

“Sejumlah skema tengah dikaji, mulai dari penguatan peran RT, RW, lurah, dan camat dalam pengelolaan sampah di tingkat Tempat Penampungan Sementara atau TPS. Optimalisasi pengangkutan oleh pemerintah daerah, hingga kemungkinan pola kemitraan dengan pihak swasta,” kata Amsakar.

“Kita ingin ada gambaran yang utuh dari hulu hingga hilir. Langkah-langkah strategis ini penting agar persoalan sampah di lapangan dapat ditangani lebih baik dan berkelanjutan,” katanya lagi.

Selain pengelolaan pengangkutan sampah, Amsakar juga menyoroti pentingnya pembenahan sistem retribusi agar lebih transparan dan tepat sasaran. Salah satu opsi yang dikaji ialah penerapan model kategorisasi pelanggan seperti diterapkan PT Moya dalam pengelolaan air bersih di Batam.

BACA JUGA :  Pakai REC PLN, Danau Toba Jadi Destinasi Pariwisata Berbasis Energi Hijau Pertama di Indonesia

Mengingat sistem itu dapat membantu pemetaan pelanggan berdasarkan kategori usaha maupun rumah tangga. Sehingga pengelolaan iuran sampah menjadi lebih tertib dan akuntabel.

“Jika pola kategorisasi ini dapat dimasukkan ke dalam regulasi daerah, tata kelola retribusi sampah akan menjadi lebih jelas dan transparan,” katanya.

Di akhir sambutan, Amsakar meminta seluruh camat dan lurah aktif memberikan masukan dalam proses diskusi. Karena dinilai paling memahami kondisi dan persoalan persampahan di wilayah masing-masing. Tidak lupa ia mengapresiasi tim tenaga ahli CETS UII Yogyakarta yang telah menyusun kajian strategis tersebut.

“Mudah-mudahan hasil kajian ini benar-benar implementatif dan mampu mendukung terwujudnya tata kelola persampahan Batam yang lebih baik kedepannya,” kata Amsakar mengakhiri. (*Darlis)

Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini