
TRENGGALEK, KABARTERKINI.co.id – Postur APBD Trenggalek, Jawa Timur, dikutip dari Sistem Informasi Keuangan Daerah atau SIKD per 21 Mei 2026, menerangkan tentang Pendapatan Daerah, dari pagu anggaran sekitar Rp1,8 triliun atau tepatnya Rp1.867,83 miliar, realisasi sebesar Rp445,57 miliar atau 23,85 persen. Dengan Belanja Daerah, sebesar Rp413,73 miliar atau 21,36 persen.
Jika pendapatan per 21 Mei 2026 sebesar Rp445,57 miliar dikurangi belanja daerah sebesar Rp413,73 miliar, sisa atau surplus sebesar Rp31,84 miliar. Berikut ini rincian Postur APBD Trenggalek per 21 Mei 2026:
1. PAD atau Pendapatan Asli Daerah, dari pagu anggaran Rp387,59 miliar, realisasi sebesar Rp64,42 miliar atau 16,62 persen, dengan jabaran:
a) Pajak Daerah, dari pagu anggaran Rp121,75 miliar, realisasi sebesar Rp27,65 miliar atau 22,71 persen.
b) Retribusi Daerah, dari pagu anggaran Rp248,86 miliar, realisasi sebesar Rp28,64 miliar atau 11,51 persen.
c) Lain-lain PAD yang Sah, dari pagu anggaran Rp10,61 miliar, realisasi sebesar Rp8,13 miliar atau 76,64 persen.
2. TKDD atau Transfer ke Daerah dan Dana Desa, dari pagu anggaran Rp1.379,58 miliar, realisasi sebesar Rp381,15 miliar atau 27,63 persen, dengan jabaran:
a) Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat, dari pagu anggaran Rp1.379,58 miliar, realisasi sebesar Rp381,15 miliar atau 27,63 persen.
Belanja Daerah, dari pagu anggaran Rp1.936,65 miliar, realisasi sebesar Rp413,73 miliar atau 21,36 persen, dengan rincian:
1. Belanja Pegawai, dari pagu anggaran Rp977,88 miliar, realisasi sebesar Rp310,48 miliar atau 31,75 persen, dengan jabaran:
a) Belanja Pegawai, dari pagu anggaran Rp977,88 miliar, realisasi sebesar Rp310,48 miliar atau 31,75 persen.
2. Belanja Barang dan Jasa, dari pagu anggaran Rp482,91 miliar, realisasi sebesar Rp62,43 miliar atau 12,93 persen, dengan jabaran:
a) Belanja Barang dan Jasa, dari pagu anggaran Rp482,91 miliar, realisasi sebesar Rp62,43 miliar atau 12,93 persen.
3. Belanja Modal, dari pagu anggaran Rp164,47 miliar, realisasi sebesar Rp1,24 miliar atau 0,7 persen, dengan jabaran:
a) Belanja Modal, dari pagu anggaran Rp164,47 miliar, realisasi sebesar Rp1,24 miliar atau 0,75 persen.
4. Belanja Lainnya, dari pagu anggaran Rp311,39 miliar, realisasi sebesar Rp39,58 miliar atau 12,71 persen, dengan jabaran:
a) Belanja Bantuan Keuangan, dari pagu anggaran Rp241,32 miliar, realisasi sebesar Rp35,26 miliar atau 14,61 persen.
b) Belanja Bunga, dari pagu anggaran Rp8,50 miliar, realisasi sebesar Rp0,82 miliar atau 9,64 persen.
c) Belanja Hibah, dari pagu anggaran Rp37,62 miliar, realisasi sebesar Rp3,19 miliar atau 8,48 persen.
d) Belanja Bantuan Sosial, dari pagu anggaran Rp2,25 miliar, realisasi sebesar Rp0,31 miliar atau 13,75 persen.
5) Pembiayaan Daerah, dari pagu anggaran Rp68,82 miliar, realisasi sebesar Rp68,36 miliar atau 99,33 persen.
6) Penerimaan Pembiayaan Daerah, dari pagu anggaran Rp125,32 miliar, realisasi sebesar Rp82,47 miliar atau 65,81 persen, dengan jabaran:
a) Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Sebelumnya, dari pagu anggaran Rp55,12 miliar, realisasi sebesar Rp82,47 miliar atau 149,62 persen.
b) Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman Daerah, dari pagu anggaran Rp0,20 miliar, realisasi sebesar Rp0,00 miliar atau 0,74 persen.
7) Pengeluaran Pembiayaan Daerah, dari pagu anggaran Rp56,50 miliar, realisasi sebesar Rp14,11 miliar atau 24,98 persen, dengan jabaran:
a) Pembayaran Cicilan Pokok Utang yang jatuh tempo, dari pagu anggaran Rp56,50 miliar, realisasi sebesar Rp14,11 miliar atau 24,98 persen.
Laporan: Andi Surya
Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id










