
SINGAPURA, KABARTERKINI.co.id – Arcfra, pelopor infrastruktur komputasi awan (cloud) dan akal imitasi (Artificial Intelligence/AI) berperforma tinggi, meluncurkan Arcfra Enterprise Cloud Platform (AECP) 6.3. Yang didukung Sistem Operasi Arcfra Cloud (ACOS 6.3) terbaru.
Dengan AECP versi terkini menghadirkan peningkatan performa hingga 4,6 kali lipat serta synchronous replication dengan RPO=0 sebagai fitur bawaan. Sehingga menjadi alternatif berperforma tinggi dan hemat biaya dibandingkan arsitektur berbasiskan VMware biasa.
Setelah banyak perusahaan berhadapan dengan lonjakan biaya lisensi dan harus memproses data AI dalam jumlah besar, AECP 6.3 tidak memerlukan sistem penyimpanan yang dirancang khusus (proprietary) serta berbiaya mahal berkat optimalisasi arsitektur mendalam.
“Pada 2026, standar virtualisasi telah bergeser dari sekadar dapat dijalankan menjadi dapat dijalankan secara efisien dan berkelanjutan,” kata Director Alliance and Product Marketing Arcfra Robert Li, dikutip PR Newswire, Sabtu 21 Maret 2036.
“AECP 6.3 mendorong infrastruktur hyperconverged memasuki era akselerasi AI native, sekaligus mengatasi kompleksitas yang paling dikhawatirkan perusahaan saat bermigrasi dari sistem lama,” kata Robert lagi.
Tembus Batas Performa
AECP 6.3 menghadirkan kecepatan menembus batas kemampuan perangkat keras, melalui optimalisasi berbasiskan perangkat lunak, menandingi performa All-Flash Array kelas premium. Berdasarkan pengujian pada klaster standar tiga node, platform ini mencatat peningkatan maksimum dibandingkan versi sebelumnya, yakni:
1. Lebih dari 11 Juta IOPS pada Random Read 4K (meningkat 4,6X ).
2. Lebih dari 130 GiB/s pada Sequential Read (meningkat 3,6X ).
3. Latensi berkurang hingga di bawah 100 μs pada Random Read 4K.
4. Pencapaian ini didukung integrasi Intel® Data Streaming Accelerator (DSA), rangkaian IO_uring yang lebih modern, serta penggunaan volume virtual 8-stripe memaksimalkan paralelisme penyimpanan tanpa perlu konfigurasi manual.
Kesinambungan Operasional Tanpa Risiko di Sistem Kritis
Untuk melindungi beban kerja bersifat kritis, AECP 6.3 menghadirkan replikasi sinkron seketika (real-time) pada level VM tanpa Recovery Point Objective (RPO). Hal tersebut memastikan integritas data, terutama transaksi finansial dan aplikasi AI/VDI.
Selain itu, Arcfra juga menurunkan kebutuhan minimum klaster aktif dari enam node menjadi empat node. Sehingga mempermudah perusahaan menengah mencapai tingkat ketersediaan tinggi.
Arsitektur Keamanan Native
AECP 6.3 menghadirkan konsep Security by Design dengan encrypted live migration dan encryption at rest melalui Key Management Service (KMS) bawaan. Otomatis mempermudah kepatuhan regulasi tanpa menambah beban operasional.
Operasi Mudah dalam Skala Besar
AECP 6.3 mudah dioperasikan dalam skala besar dengan mengotomatisasi pekerjaan rutin dan mengurangi biaya tersembunyi. Fitur tersedia mencakup pengkinian VMTools secara batch.
Menjaga alamat PCI virtual NIC saat migrasi untuk memastikan kelancaran transisi, serta optimalisasi hot migration yang hanya memindahkan data valid guna meminimalkan gangguan layanan. (*Andi)
Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id











