Buka Kanal Utama Sungai ke Laut, Tiongkok Cipta Jalur Pintas Dagang ke Asia Tenggara

0
87
FOTO PRNewswire

TIONGKOK, KABARTERKINI.co.id – Tiongkok membuka Kanal Pinglu, kemarin. Lewat langkah ini, Negeri Tirai Bambu itu membuka jalur pintas barat daya dan kawasan pesisir serta pasar luar negeri, khususnya negara-negara ASEAN.

Kanal dibangun dengan biaya RMB 72,7 miliar atau sekitar US$ 10,75 miliar ini, dikutip dari PRNewswire, Ahad 20 September 2026, membentang sepanjang 134,2 kilometer dari Nanning, ibu kota Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi di Tiongkok selatan hingga Teluk Beibu, jalur keluar menuju laut yang paling dekat dengan sebagian besar wilayah barat daya Tiongkok.

Kanal ini berada di sepanjang Koridor Perdagangan Darat dan Laut Internasional Baru, jalur perdagangan strategis yang menghubungkan wilayah pedalaman Tiongkok dengan ASEAN dan pasar global lainnya.

Proyek ini merupakan kanal pertama yang menghubungkan sungai dengan laut, serta direncanakan dan dikoordinasikan di tingkat nasional sejak berdirinya Republik Rakyat Tiongkok pada 1949.

BACA JUGA :  Pertama di Pulau Kalimantan, PLN Operasikan SPKLU Fast Charging di Kantor Pemerintahan

Kanal dirancang untuk dilalui kapal berbobot hingga 5.000 ton. Lebih lagi, kanal tersebut memangkas jarak tempuh lebih dari 560 kilometer melalui jalur air dari wilayah barat daya Tiongkok menuju laut.

Jika dibandingkan rute biasa melalui pelabuhan di Provinsi Guangdong, kanal ini sangat efisien dan dapat menghemat biaya logistik sebesar 18–30 persen serta menghemat biaya transportasi lebih dari RMB 5 miliar setiap tahun.

Wakil Ketua Pemerintah Daerah Guangxi Lu Xinning mengatakan, kanal tersebut menciptakan jalur penghubung baru antara pasar Tiongkok yang berpenduduk 1,4 miliar jiwa dan hampir 700 juta konsumen ASEAN.

“Dengan terbangun kanal ini, dampaknya tidak hanya mencakup pergerakan barang, namun juga mendorong investasi lintasnegara yang baru dan memperdalam integrasi rantai pasok regional,” kata Lu.

Sementara pembangunan kanal berlangsung lebih dari empat tahun. Sebagian besar dibangun dengan memperlebar, memperdalam dan meluruskan jalur air yang sudah ada. Sedangkan sebagian kecil lainnya harus digali melalui daratan dan medan pegunungan.

BACA JUGA :  PPKM Mikro, Polres dan Komunitas Pengate Kepulauan Anambas Bagi-bagi Sarapan Pagi

Salah satu tantangan teknik terbesar adalah perbedaan ketinggian permukaan air hingga 65 meter, kira-kira setara dengan tinggi gedung lebih dari 20 lantai. Tiga pusat navigasi, seluruhnya dilengkapi sistem pintu air ganda, dibangun untuk menaikkan dan menurunkan kapal sepanjang kanal.

Konservasi lingkungan hidup juga menjadi prioritas selama pembangunan kanal. Lebih dari 98 persen dari sekitar 315 juta meter kubik tanah dan batuan yang digali selama pembangunan digunakan kembali.

Kanal tersebut juga dilengkapi jalur lintasan ikan sepanjang lebih dari 480 meter serta jalur penyeberangan khusus bagi satwa darat, termasuk kucing leopard dan tupai. (*Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini