Buka Konferensi Kowani, Presiden: Perlu Peran Besar Kaum Ibu Wujudkan Indonesia Maju  

0
164

kabarterkini.co.id, JAKARTA – Presiden Joko Widodo saat membuka Konferensi XXV Kongres Wanita Indonesia (Kowani) menegaskan, bangsa Indonesia sangat memerlukan peran kaum ibu dan perempuan dalam memajukan bangsa. Karena di tengah era keterbukaan informasi, peran ibu bangsa diperlukan untuk menguatkan keluarga, serta menanamkan nilai-nilai positif membentuk generasi unggul dan berkualitas.

“Peran kaum ibu dapat mewujudkan Indonesia maju. Menguatkan keluarga, mendidik dan mencerdaskan bangsa, menciptakan generasi berkualitas dan berbudi pekerti, menjadikan keberagaman dan toleransi sebagai landasan nilai, serta generasi cinta, bangga dan setia pada Tanah Air,” ujar Presiden di Istana Negara, Jakarta, dikutip BPMI Setpres, Selasa 3 Desember 2019.

Saat ini, kata Jokowi, bangsa Indonesia dihadapkan pada ketatnya persaingan global. Untuk dapat menghadapi tantangan itu, bangsa Indonesia mesti bertumpu pada keunggulan sumber daya manusia.

Oleh karenanya, pemerintah menyadari kondisi itu dan menjadikan pembangunan SDM sebagai fokus utama pemerintahan dalam lima tahun mendatang. Di sini para ibu bangsa diharap dapat mengambil peran.

“Saya mengajak para ibu bangsa ikut serta dalam pembangunan SDM Indonesia unggul. Kita ingin SDM kita memiliki budi pekerti luhur, memiliki keterampilan baik, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi karena memang persaingan ke depan ada di situ,” tuturnya.

Menurut Jokowi, SDM unggul dan hebat terlahir dari ibu dan keluarga hebat pula. Semenjak dalam kandungan, anak-anak harus terjaga baik, gizi dan kesehatan. Sehingga dapat bertumbuh kembang dengan baik.

Meski demikian, Kepala Negara mengakui, saat ini Indonesia masih harus berupaya keras menuntaskan berbagai persoalan SDM, salah satu angka stunting masih relatif tinggi. Ke depannya, agar angka stunting ini berangsur berkurang.

“Memang tidak mudah, tapi saya meyakini, Insya Alloh bisa di kejar, apabila kita semua bekerja keras bersama-sama,” katanya.

Selain itu, Jokowi berpandangan, peran ibu dan perempuan untuk memajukan bangsa di berbagai lapangan pengabdian sangat terbuka lebar. Sejarah mencatat banyak perempuan hebat memiliki prestasi dan pengabdian luar biasa di berbagai bidang.

Kaum ibu dan perempuan memiliki hak sama memajukan bangsa ini. Maka, tidak boleh ada lagi diskriminasi terhadap peranan kaum perempuan di Indonesia.

“Di manapun tidak boleh terjadi kekerasan terhadap perempuan. Di manapun tidak ada pembatasan bagi kaum perempuan untuk berkarya dalam mengembangkan bakat dan kreativitas, serta berkembang lebih maju,” tuturnya.

Kaum perempuan dewasa ini, ungkap Jokowi, memiliki kesempatan besar turut membantu meningkatkan perekonomian keluarga. Pemerintah telah memberikan peluang dan fasilitas untuk hal ini melalui program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera), dengan menyediakan akses permodalan untuk menjalankan usaha mikro, kecil, dan menengah.

“Saya yakin dengan penguatan ekonomi keluarga, maka kita akan bisa meningkatkan kesejahteraan, menanggulangi kemiskinan dan menggerakkan roda ekonomi agar lebih cepat lagi,” ucapnya.

Secara khusus, Jokowi meminta anggota Kowani dapat menyukseskan program Mekaar itu, dengan turut memberikan pendampingan dan bantuan dalam bidang apapun, agar peningkatan ekonomi keluarga Indonesia dapat betul-betul terwujud.

“Saya mengajak seluruh anggota Kowani menjadi bagian dalam upaya menggerakkan ekonomi keluarga. Kita harus bantu ibu-ibu rumah tangga dengan pendampingan, baik dalam hal pengelolaan keuangan, memperbaiki produk, memperbaiki kemasan, dan menyambungkan dengan pasar. Sehingga betul-betul peningkatan ekonomi keluarga itu akan terlihat,” pungkasnya. (*andy surya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here