Evakuasi Kru KM Sumber Cahaya Sempat Terkendala, Ketua DPRD Natuna: Midai Krisis Sinyal

0
1138
KETUA DPRD Natuna Andes Putra saat di armada KPP Natuna

Kabarterkini.co.id, Natuna – Ketua DPRD Natuna Andes Putra meminta Pemerintah RI melalui Kementeriannya, agar memperhatikan sinyal komunikasi atau ponsel di sejumlah kecamatan terpisah lautan dari Kota Ranai, ibukota Kabupaten Natuna. Karena sinyal komunikasi di sejumlah kecamatan di kabupaten kepulauan perbatasan di tengah Asean ini, merupakan sarana penting, demi kepentingan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kemarin malam, saya dampingi Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP/Basarnas) Natuna Mexianus Bekabel menjemput lima kru KM Sumber Cahaya sempat hilang selama tujuh hari di laut,” kata Andes saat ditemui di Kedai Kopi Ayong, Ranai, Kamis siang 16 Juli 2020. “Dengan armada milik KPP Natuna, kru kapal itu dijemput di perairan Pulau Timau, dekat Midai.”

Dalam menjemput kru kapal kayu, berat 6 GT, dengan muatan 10 ekor sapi qurban Idul Adha, rencananya akan di bawa ke Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas seminggu lalu itu, Andes kesulitan menghubungi masyarakat pemilihnya di Midai. Sebab kru kapal akan di evakuasi, diperlukan kelancaran komunikasi.

SALAH seorang kru kapal di evakuasi

“Beberapa kali saya menghubungi kawan-kawan di Midai,” terang politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Natuna itu. “Sinyal ponsel menjadi kendala utama.”

Jadi, ulang Andes, Pemerintah RI, melalui Kementeriannya harus memperhatikan sinyal komunikasi kecamatan terpisah laut dari Kota Ranai, seperti Midai, Pulau Laut, Subi dan Serasan. Mengingat kecamatan terpisah lautan itu, rawan diganggu negara luar, terutama kekayaaan sumber daya perikanannya.

“Nawacita Pak Presiden Joko Widodo itu sangat bagus, demi tegaknya NKRI di perbatasan,” ungkap Andes. “Yaitu, membangun Indonesia dari pesisir, kepulauan dan perbatasan,” ungkap wakil rakyat Daerah Pemilihan II, Kecamatan Midai, Pulau Laut, Subi dan Serasan itu.

Tim SAR Natuna Evakuasi Kru KM Sumber Cahaya

KEPALA KPP Natuna bersama Camat Midai dan Camat Suak Midai

KM. Sumber Cahaya, dengan lima kru, mengangkut 10 ekor sapi qurban dari Midai ke Tarempa, sempat hilang saat berlayar pada Rabu 8 Juli 2020 lalu. Setelah seminggu di cari Tim SAR Natuna, akhirnya diketemukan di Pulau Timau, atau dekat Midai pada Rabu 15 Juli 2020.

“Kita mendapat informasi keberadaan KM Sumber Cahaya di perairan Pulau Timau,” kata Kepala KPP Natuna Mexianus Bekabel saat di dampingi Ketua DPRD Natuna Andes Putra, Sekwan Natuna Bukhory, Ketua Komisi I DPRD Natuna Wan Arismunandar dan Kepala Dinas Perhubungan Natuna Iskandar DJ. “Rupanya selama ini, kapal itu rusak mesin saat berlayar.”

Dengan diketemukannya KM Sumber Cahaya, Mexi berharap dapat diambil hikmah. Agar kedepan, para awak kapal ingin berlayar lebih berhati-hati. Dengan mengikuti pedoman keselamatan berlayar, salah satu melihat kondisi cuaca.

BERADA di armada KPP Natuna

“Seminggu terakhir ini, saya tidak bisa tidur. Siang malam terus memantau perkembangan pencarian itu, dari tim diterjunkan dilapangan,” kata Mexi. “Akhirnya, pencarian membuahkan hasil, kru KM Sumber Cahaya serta muatan, 10 ekor sapi ditemukan selamat,” katanya lagi, sambil menambahkan, ucapan terimakasih atas dukungan TNI/Polri dan Pemkab Natuna, sehingga KM Sumber Cahaya bisa diketemukan.

Camat Midai Jaunal Apandi pada sejumlah awak media mengatakan, KM Sumber Cahaya diketemukan pada Rabu subuh 15 Juli 2020. Yang menemukan nelayan Midai saat mencari ikan di perairan Pulau Timau.

“Berbekal informasi itu, kami menggunakan kapal kayu kecamatan, KM Fisabilillah didukung armada KPP Natuna langsung menarik KM. Sumber Cahaya mendekati Pulau Timau. Lalu, kami evakuasi lima kru kapal ke Midai,” ungkap Jaunal.

SAAT tiba di Pelabuhan Midai

Kapten KM. Sumber Cahaya Supardi menceritakan kapalnya tidak bisa berlayar karena mengalami kerusakan mesin pada Kamis 9 Juli 2020. Kerusakan mesin terjadi di perairan Anambas. Mengingat kapal tidak bergerak, maka terombang ambing tanpa arah, akhirnya terseret ke perairan Pulau Timau.

“Kami sempat membuat layar kain, agar bisa bergerak secara manual,” terang Supardi. “Karena arah angin kurang bersahabat, pergerakannya menjadi tidak maksimal.”

Tidak lupa, Supardi mengucapkan terimakasih kepada Kepala KPP Natuna Mexianis Bekabel dan timnya, beserta masyarakat Midai. Yang telah melakukan pencarian KM Sumber Cahaya dengan sungguh-sungguh hingga tujuh hari lamanya. “Alhamdulillah, kami semua selamat,” ungkapnya. “Tidak ada kurang apapun.” (*andy surya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here