Hubungan Industrial, Menaker Yassierli: Harus Dibangun atas Dasar Kepedulian

0
651
Menaker Yassierli saat berbincang pada para pemudik (foto Biro Humas Kemenaker)

JAKARTA, KABARTERKINI.co.id — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli menegaskan hubungan industrial harus dibangun atas dasar kepedulian antara manajemen dan pekerja, bukan sekadar pemenuhan hak normatif. Hal itu disampaikannya saat melepas program mudik gratis pekerja atau buruh PT Pamapersada Nusantara di Jakarta Timur, Rabu 18 Maret kemarin.

Menurut Yassierli, hubungan industrial yang sehat tidak cukup hanya soal upah, aturan kerja dan pemenuhan hak pekerja. Yang juga penting adanya keterlibatan dan kepedulian antara manajemen dan pekerja agar perusahaan tumbuh lebih kuat dan pekerja merasa dihargai.

“Hubungan antara manajemen dan pekerja harus seperti dua roda gigi. Jika selama ini hanya satu yang bergerak, tidak akan optimal. Dengan dua roda gigi yang bergerak bersama, perusahaan dapat melaju lebih cepat,” katanya dikutip Biro Humas Kemenaker, Kamis 19 Maret 2026.

“Di situlah tujuan kita, ketika manajemen memperhatikan kesejahteraan pekerja dan pekerja juga peduli memajukan perusahaan serta meningkatkan produktivitas. Itu mimpi yang ingin kita wujudkan,” kata Yassierli lagi.

BACA JUGA :  Gubernur Kepri Terima Penghargaan Meritokrasi 2021

Program mudik gratis, ia menilai bukan sekadar fasilitas transportasi, melainkan bentuk kepedulian yang manfaatnya langsung dirasakan pekerja. Bagi mereka, mudik bukan hanya soal pulang kampung, tetapi juga soal bisa berkumpul dengan keluarga dengan aman dan tenang saat Lebaran.

Oleh karena itu, Yassierli mengapresiasi perusahaan yang memfasilitasi mudik gratis bagi pekerja. Langkah ini menunjukkan dunia usaha tidak hanya fokus pada target kerja, tetapi juga peduli pada kebutuhan pekerja di momen penting.

“Ini menunjukkan dunia usaha memiliki kepedulian terhadap pekerja. Pemerintah tentu mendukung program-program seperti ini,” kata Yassierli sambil mengingatkan pentingnya keselamatan mudik, terutama bagi pengemudi dan kernet.

Ia menyebut dua penyebab utama kecelakaan adalah kondisi kendaraan dan faktor pengemudi. Sehingga kesiapan fisik dan mental pengemudi harus menjadi perhatian serius. Sedangkan tahun ini Kementerian Ketenagakerjaan atau Kemenaker bekerja sama dengan Perhimpunan Ergonomi Indonesia dan sejumlah perguruan tinggi melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi dan kernet bus di enam wilayah.

BACA JUGA :  Wujudkan Lingkungan Bersih, Lanud RSA Natuna Siapkan Puluhan Tong Sampah

Pemeriksaan meliputi tes kesehatan dan tes kewaspadaan berbasis komputer untuk memastikan pengemudi dalam kondisi fit saat bertugas. Kemenaker memiliki alat untuk mengukur tingkat kewaspadaan pengemudi hanya dalam waktu sekitar lima menit.

Dari situ dapat diketahui apakah pengemudi dalam kondisi fit atau tidak. Menurut Yassierli, rendahnya tingkat kewaspadaan pengemudi umumnya disebabkan kurangnya waktu istirahat. Hal ini sering dianggap sepele, padahal dapat menurunkan konsentrasi dan meningkatkan risiko kecelakaan di perjalanan.

“Tidak cukup hanya ditanya apakah sudah cukup tidur. Ketika diuji, tingkat kewaspadaannya rendah. Setelah ditelusuri, mereka hanya tidur dua sampai tiga jam. Ini yang menjadi perhatian serius,” katanya sambil mengimbau para pengemudi angkutan umum agar memperhatikan kondisi kesehatan dan waktu istirahat sebelum bertugas, karena keselamatan penumpang sangat bergantung pada kesiapan mereka. (*Andi)

Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini