Jalan Bandara RHF Jadi Destinasi Wisata Baru di Kepri

0
267
REPLIKA Bulang Linggi atau sebuah kapal perang legenda bangsa Melayu sepanjang enam meter dan lebar empat meter

TANJUNGPINANG, KABARTERKINI.co.id –  Jalan Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang berubah menjadi destinasi wisata. Seiring rampungnya revitalisasi  pedestrian median gerbang masuk lewat jalur udara ke ibukota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ini.

Cobalah datang ke Jalan Bandara RHF Tanjungpinang, khususnya pada sore hari. Jalan menuju bandara yang sebelumnya bernama Bandar Udara Kijang ini ramai aktivitas warga berolahraga atau sekadar duduk di bangku-bangku yang tersusun hampir di sepanjang jalan. Begitu juga saat hari Sabtu dan Ahad pagi, kawasan ini kini selalu ramai.

Tidak sedikit pula warga berfoto dengan latar belakang ikon kawasan tersebut. Ya, dalam proyek Revitalisasi Pedestrian Median Jalan Bandara Internasional RHF tahap pertama, Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun berbagai fasilitas serta sejumlah ikon.

Bangunan yang menjadi ikon di kawasan ini diantaranya replika Bulang Linggi atau sebuah kapal perang legenda bangsa Melayu sepanjang enam meter dan lebar empat meter. Replika kapal berdiri kokoh di media jalan, dilengkapi dengan dua layar, rumah di bagian buritan, tujuh perisai, serta bendera hula-hula.

Selain itu, di kawasan ini dilengkapi berbagai ornamen lainnya, seperti nama tujuh kabupaten dan kota yang ada di Kepri, serta perak pernik lain yang menjadikan kawasan ini indah dan nyaman.

Pedestrian menjadikan median Jalan Bandara Internasional RHF sangat nyaman bagi warga berkunjung ke sini. Jalur cukup lebar ditata rapih, membuat nyaman bagi pejalan kaki sekaligus berolahraga. Joging misalnya.

Guna menjadikan kawasan ini kian nyaman, Pemerintah Provinsi Kepri menanam pohon pinang yang menjadi latar belakang penamaan Kota Tanjungpinang.

“Tanjungpinang dinamai karena kota ini dulunya terdapat banyak pohon pinang di tanjung-tanjung. Makanya di sepanjang jalan ini ditanam pohon pinang untuk mempertegas identitas kota ini,” ujar Gubernur Kepri Ansar Ahmad dalam kesempatan melaksanakan kunjungan akhir Desember 2022 lalu.

Di antara pohon pinang yang akan menjadikan kawasan Jalan Bandara Internasional RHF lebih asri ini juga ditanam pohon bunga tanjung. “Supaya semakin lengkap. Pohon tanjung dan pohon pinang,” tambah Ansar.

Wajah Ibukota Sekaligus Destinasi Wisata

Kendati Revitalisasi Pedestrian Median Jalan Bandara Internasional RHF tahap pertama ini telah rampung. Namun peresmian penggunaan sarana dan prasarana yang ada di kawasan itu baru akan dilaksanakan pada 2023 ini.

Ansar menegaskan jika penataan kawasan Jalan Bandara Internasional RHF Tanjungpinang menjadi salah satu proyek strategis penataan kawasan Ibukota Provinsi Kepri.

Selain menjadikan Jalan Bandara Internasional RHF sebagai wajah ibukota, kawasan ini diharapkan menjadi alternatif destinasi wisata baik bagi pendatang maupun warga Tanjungpinang.

“Kita berharap Jalan Bandara RHF ini akan memberi kesan bagi siapa saja yang datang ke Tanjungpinang. Dengan dijadikannya kawasan ini sebagai destinasi, tentu akan berdampak kepada peningkatan kunjungan yang muaranya dapat mendongkrak perekonomian masyarakat,” papar Ansar.

Pada 2023 ini, Pemprov Kepri kembali melaksanakan pembangunan dalam rangka peningkatan penataan kawasan Jalan Bandara RHF. “Pembangunan harus dilanjutkan, karena jalan harus di overlay sebaik mungkin,” ucap Ansar.

Pada tahun ini, Pemprov Kepri melalui Dinas PUPR akan melaksanakan penataan lampu, serta penambahan beberapa aksesori di antaranya tanjak berukuran besar dan keris. Ansar menginginkan Jalan Bandara Internasional RHF Tanjungpinang ini menjadi ikon, menjadi kebanggaan  Kepri.

Dengan ini, ia mengingatkan agar semua pihak, baik masyarakat dan segenap instansi terkait, dapat menjaga, mengedepankan kepedulian menjadikan kawasan ini tetap asri dan nyaman.

“Sehingga kawasan ini betul-betul menjadi destinasi yang dapat menarik banyak orang datang. Sehingga dapat membuat perekonomian masyarakat meningkat,” tutup Ansar.

Sejak pedestrian dan penataan median Jalan Bandara RHF tahap pertama rampung, kawasan ini menjadi ramai. Bahkan hingga malam hari. Aktivitas ekonomi di kawasan ini semakin bergeliat.

Terlihat, para pedagang mikro dan menengah tumbuh. Demikian pula jasa. Ini terlihat dari ramainya toko-toko menjual makanan yang sesak oleh pengunjung. Khususnya pada sore dan malam hari. (*juwono)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini