
JAKARTA, KABARTERKINI.co.id – Gema takbir bersahutan menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kemarin. Ketika banyak keluarga larut dalam hangatnya kebersamaan, ada yang rela dan teguh bersiaga. Di balik terangnya lampu rumah, masjid dan jalanan yang menyala sepanjang malam kemenangan itu, puluhan ribu petugas PLN berdiri di garis depan menjaga listrik tetap andal, memberikan masyarakat ketenangan merayakan Lebaran dengan nyaman dan penuh sukacita.
Bagi Riki Waberta (36), bertugas saat Idul Fitri bukanlah sebuah pengorbanan, melainkan bagian dari tanggung jawab di jalani dengan penuh komitmen. Team Leader Keandalan Istana PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Menteng ini memilih tetap berjaga demi memastikan pasokan listrik di objek vital kenegaraan tetap andal.
Pria asal Bengkulu tersebut telah empat tahun berturut-turut menunda mudik ke kampung halaman. Sejak bergabung dengan PLN pada 2018 silam, ia memahami masa Lebaran justru menjadi periode krusial dalam menjaga keandalan listrik.
“Kami mungkin tidak terlihat, tapi kami adalah bagian dari kebahagiaan masyarakat. Saat listrik tetap andal dan ibadah berjalan tenang, itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” kata Riki dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu 28 Maret 2026.
Rasa rindu pada keluarga tentu tidak terhindarkan. Namun bagi Riki, tugas yang ia emban memiliki makna lebih besar. Apalagi keluarganya selalu mendukung. Kata keluarga, “Kerjakan tugas dengan baik, kami bangga.”
Dedikasi yang sama juga ditunjukkan Zahro Ardhillah (26), srikandi PLN asal Pacitan, Jawa Timur yang telah tiga tahun mengabdi di PLN dan kini bertugas di Unit Layanan Pelanggan (ULP) Jayapura Kota, Papua. Bersama personel yang bersiaga, ia dan rekan-rekannya menjaga keandalan listrik di masjid-masjid utama Jayapura, agar masyarakat dapat beribadah dengan khusyuk saat momen Idul Fitri.
“Kami sudah menyiagakan peralatan cadangan yang siap digunakan jika ada gangguan mendadak. Semua jaringan listrik pun sudah kami periksa dan perbaiki jauh-jauh hari agar kondisinya benar-benar prima,” kata Zahro.
Petugas wanita ini mengakui, keinginan berkumpul bersama keluarga tentu ada, namun menjaga stabilitas listrik di ujung timur Indonesia kini menjadi prioritasnya. Baginya, hal tersebut juga memberikan kebahagiaan yang tidak ternilai meski raga jauh dari keluarga.
“Saya belajar menyeimbangkan kewajiban sebagai seorang Muslim dan tanggung jawab pekerjaan. Saya merasa berbahagia ketika bisa memastikan masjid tetap terang dan masyarakat beribadah dengan tenang,” kata Zuhro.
“Walaupun raga saya jauh dari keluarga, inilah cara saya merayakan hari kemenangan. Semoga kehadiran saya tetap terasa di hati mereka melalui niat baik dan tanggung jawab ini,” katanya lagi.
Komitmen tinggi Riki dan Zahro demi menjaga keandalan listrik juga dijalani Muhammad Hanif Zidan (26), pegawai PLN ULP Tarakan. Senyum bahagia senantiasa ia pancarkan setiap kali bertugas dari pos siaga dan gardu listrik di wilayah Tarakan, Kalimantan Utara.
“Ini bukan kali pertama saya ditempatkan sebagai tim siaga, dan saya merasa sangat bersyukur diberi kepercayaan ini. Meskipun jauh dari pelukan orang-orang tercinta, dukungan dan doa mereka jadi sumber semangat saya dalam menjalankan tugas,” kata Hanif.
Baginya, teknologi menjadi jembatan untuk menjaga kehangatan keluarga saat dirinya bertugas. Biasanya setelah salat Idul Fitri, Hanif langsung sungkem dengan keluarga, sekarang gantinya lewat layar handphone dengan video call.
“Sudah menjadi komitmen kami sebagai insan PLN untuk hadir menjaga listrik tetap andal, terutama di momen seperti Idul Fitri. Kami ingin masyarakat bisa merayakan Lebaran dengan nyaman,” katanya sambil tersenyum, menahan rindu yang tidak terucap.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengapresiasi dedikasi tinggi yang ditunjukkan oleh Riki, Zahro, Hanif, serta puluhan ribu petugas lapangan lainnya. Yang berkomitmen siaga di momen penting seperti Idul Fitri.
“Petugas PLN adalah garda terdepan dalam menjaga keandalan listrik di tengah momen-momen penting nasional seperti Idul Fitri. Kami mengapresiasi mereka yang berjuang pantang menyerah dalam memastikan hari kemenangan tetap terang benderang, dan jutaan keluarga Tanah Air dapat berkumpul bersama dengan nyaman,” kata Darmawan.
Selama masa siaga yang ditetapkan, dari 12 Maret hingga 31 Maret 2026, PLN menerjunkan sekitar 72 ribu personel yang bertugas di ribuan posko siaga di seluruh Indonesia. Para personel ini tetap bersiaga di tempat tugasnya masing-masing, menjaga gema takbir tetap berkumandang dan hangatnya pelukan keluarga di hari kemenangan.
Meski tidak selalu terlihat, mereka terus hadir, menjaga terang dari pembangkit listrik, gardu-gardu induk, pos siaga, hingga jaringan di seluruh pelosok negeri. Mereka adalah para penjaga cahaya, pahlawan sunyi yang menjaga Indonesia tetap terang saat hari kemenangan. (*Andi)
Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id










