
NATUNA, KABARTERKINI.co.id – Pasar derivatif kripto global mengalami perlambatan moderat, meski persaingan di antara bursa kripto utama semakin sengit. Tren ini terungkap dalam laporan terbaru CoinDesk Data Exchange Review pada February 2026.
Laporan diterbitkan setiap bulan ini, dikutip media@kucoin.com, memberikan gambaran lengkap mengenai lanskap bursa kripto, sekaligus menyajikan wawasan bagi pelaku pasar kripto, investor institusi, analis dan regulator untuk memahami struktur pasar serta kinerja bursa.
Volume Perdagangan Derivatif Turun di Tengah Volatilitas Rendah
Menurut laporan CoinDesk Data Exchange Review, volume perdagangan derivatif turun 2,41 persen pada Februari menjadi US$4,11 triliun. Level bulanan terendah sejak Oktober 2024. Penurunan aktivitas derivatif ini terjadi bertepatan dengan volatilitas pasar relatif rendah.
Karena sebagian besar aset digital utama diperdagangkan dalam rentang harga yang terbatas sepanjang Februari lalu. Volatilitas rendah biasanya mengurangi aktivitas spekulatif dan lindung nilai (hedging).
Sehingga menyebabkan volume perdagangan derivatif di berbagai bursa menjadi lebih lesu. Meski demikian, segmen derivatif tetap mendominasi pasar perdagangan kripto dengan menyumbang 73,2 persen dari volume pasar total pada Februari, sedikit meningkat dari 73,1 persen pada Januari.
Persaingan Bursa Kripto Semakin Sengit
Kendati aktivitas perdagangan derivatif secara keseluruhan melemah, dalam laporan menunjukkan persaingan bursa kripto merebut pangsa pasar derivatif semakin sengit. Di antara berbagai platform utama, KuCoin menjadi salah satu bursa kripto dengan pertumbuhan pangsa pasar yang menonjol.
Mengingat berdasarkan data CoinDesk, KuCoin mencatat kenaikan pangsa pasar derivatif sebesar 0,20 persen. Tergolong dalam jajaran bursa dengan pertumbuhan pangsa pasar derivatif terbaik selama bulan tersebut.
Peningkatan ini menunjukkan persaingan yang terus berlangsung di antara bursa global tingkat menengah guna memperluas pangsa pasar. Bahkan ketika aktivitas perdagangan tengah menurun. Beberapa bursa kripto lain mencatat kenaikan moderat dalam pangsa pasar derivatif pada periode yang sama.
Struktur Pasar Terus Berkembang
Data Februari mencerminkan tren struktural lebih luas di sektor bursa kripto. Meski volatilitas pasar menurun, bursa tetap bersaing dengan meningkatkan likuiditas, memperluas produk, dan mengembangkan infrastruktur derivatif.
Karena perdagangan derivatif masih menjadi segmen utama di pasar kripto. Perubahan pangsa pasar semakin dianggap sebagai indikator penting dalam menilai daya saing platform dan kematangan ekosistem perdagangan.
Saat derivatif menyumbang hampir tiga perempat dari aktivitas perdagangan total, lanskap bursa kripto terus berkembang. Sejalan dengan langkah platform yang menarik trader ritel maupun institusi melalui likuiditas yang lebih mendalam, inovasi produk serta infrastruktur perdagangan lebih kuat.
Laporan Lengkap tentang KuCoin
Berdiri pada 2017, KuCoin merupakan platform kripto terkemuka di dunia yang telah meraih kepercayaan lebih dari 40 juta pengguna di lebih dari 200 negara dan wilayah. Platform ini menyediakan layanan aset digital yang inovatif dan memenuhi regulasi, termasuk akses ke lebih dari 1.000 token, spot trading, dan futures trading, institutional wealth management, serta dompet Web3.
Selain pengakuan dari Forbes dan Hurun, KuCoin meraih sertifikasi SOC 2 Type II dan ISO 27001:2022, sebagai bukti dari komitmen terhadap standar keamanan tingkat tinggi. Dengan registrasi AUSTRAC di Australia dan lisensi MiCA di Austria, KuCoin terus memperluas kepatuhan regulasi di berbagai wilayah di bawah kepemimpinan CEO BC Wong, guna membangun ekosistem aset digital yang andal dan tepercaya. (*Andi)
Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id











