Lanud RSA Gelar Teknik Pertolongan Pertama di Sekolah Rakyat Natuna

0
295
SUASANA pelatihan teknik pertolongan pertama

NATUNA, KABARTERKINI.co.id – Rumah Sakit TNI Angkatan Udara (RSAU) dr. Yuniati Wisma Karyani Lanud Raden Sadjad (RSA) Natuna menggelar pelatihan teknik pertolongan pertama di Sekolah Rakyat Natuna, Sabtu 19 September kemarin.

Pelatihan teknik pertolongan pertama atau pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), serta didukung Tim Kesehatan Lanal Ranai dan Batalyon Komposit 1/Gardapati ini merupakan rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 TNI yang jatuh setiap 5 Oktober.

“Dalam pelatihan, tim kesehatan gabungan tiga matra itu, memberikan materi melalui pemaparan, tayangan video hingga praktik menggunakan alat peraga,” kata Komandan Lanud RSA Natuna Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi melalui pesan singkat, Senin 21 September 2026.

Dengan mengusung tema, “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, tampak para pelajar Sekolah Rakyat Natuna sangat antusias.

BACA JUGA :  Bupati Natuna Tinjau Rumah Warga Terdampak Angin Kencang

Mengingat pelatihan teknik pertolongan pertama ini merupakan ilmu penting demi menjaga keselamatan dasar masyarakat, khususnya rekan-rekan pelajar Sekolah Rakyat Natuna.

Sedangkan teknik pertolongan pertama adalah tindakan awal menolong seseorang yang mengalami kondisi darurat, seperti henti jantung atau henti napas, sebelum tenaga medis datang.

Tujuannya, mempertahankan aliran darah dan oksigen ke otak serta organ vital korban. Oleh karena itu, keterampilan ini sangat penting bagi masyarakat umum maupun pelajar agar berani bertindak cepat menyelamati seseorang saat mengalami masalah kesehatan.

Langkah-langkah teknik pertolongan pertama:

1. Pastikan lokasi sekitar aman bagi penolong dan korban.

2. Cek kesadaran dengan memanggil namanya atau menepuk bahu korban untuk melihat apakah merespons.

BACA JUGA :  Rangkaian Peringatan HPN 2022, AJOI Natuna Bagi-bagi Sembako

3. Jika korban tidak bernapas atau mengalami henti jantung, lakukan kompresi dada dengan teknik yang tepat.

4. Pindahkan atau sangga korban, seperti pada kasus dugaan cedera leher atau patah tulang dengan hati-hati agar tidak memperparah cedera.

“Dengan pelatihan ini, saya berharap dapat dijadikan ilmu dasar bagi para pelajar saat menolong seseorang, khususnya di sekolahnya,” kata Onesmus. “Sebelumnya, saya mengucapkan terimakasih pada Tim Kesehatan dari TNI AU, TNI AL dan TNI AD telah melaksanakan kegiatan pelatihan demi kepentingan masyarakat.” (*Red)

Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini