
JAKARTA, KABARTERKINI.co.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong penguatan literasi keuangan generasi muda melalui jalur pendidikan formal. Dengan sistem pendidikan formal ini, otomatis dapat membentuk generasi muda yang memiliki kesadaran dan ketahanan finansial sejak dini.
Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono dalam Webinar Internasional OJK, dikutip melalui keterangan tertulis, Sabtu 18 April kemarin.
Webinar bertajuk “From Early Education to Financial Health, Integrating Financial Literacy into Formal Education Systems” ini dilaksanakan secara virtual, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Global Money Week (GMW) 2026.
“Literasi keuangan harus mampu diwujudkan menjadi kesehatan keuangan. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan, tetapi juga ketahanan, kemampuan mengambil keputusan yang tepat, serta kesejahteraan keuangan jangka panjang, khususnya bagi generasi muda,” kata Dicky.
Pendidikan memegang peran sentral dalam membangun kapasitas keuangan masyarakat sejak dini. Melalui penguatan pengetahuan, menurutnya, keterampilan praktis dan penerapannya dalam kehidupan nyata.
“Dengan mengintegrasikan literasi keuangan ke dalam sistem pendidikan formal dan kurikulum, kita membangun fondasi yang kuat agar setiap individu mampu mengambil keputusan keuangan yang bijak sepanjang hidupnya. Upaya ini memerlukan kolaborasi berkelanjutan antara regulator, pendidik, industri dan komunitas,” kata Dicky.
OJK juga, sambungnya, memandang bahwa pendidikan keuangan perlu melampaui ruang kelas, antara lain melalui platform digital, kampanye nasional, serta keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem literasi keuangan yang kuat dan inklusif.
Ketua Organisation for Economic Co-operation and Development International Network on Financial Education (OECD/INFE) Magda Bianco menyampaikan bahwa edukasi dan literasi keuangan masyarakat merupakan modal penting untuk memanfaatkan peluang sekaligus meminimalkan risiko dalam pengelolaan keuangan.
“Kemudahan akses informasi, hadirnya berbagai instrumen investasi baru, serta maraknya informasi investasi dari sumber yang tidak selalu kredibel menjadi peluang sekaligus risiko. Oleh karena itu, kompetensi keuangan perlu dibangun sejak dini,” kata Magda.
Menurutnya, terdapat dua alasan utama mengapa kompetensi keuangan perlu diajarkan sejak usia sekolah. Pertama, pengetahuan yang diperoleh sejak dini akan lebih mudah tertanam dan dikuasai hingga dewasa.
Kedua, pembelajaran sejak dini dapat membantu mengurangi kesenjangan akibat perbedaan latar belakang sosial ekonomi, sehingga setiap pelajar memiliki kesempatan lebih setara dalam menghadapi masa depan.
“Berbagai bukti empiris menunjukkan kompetensi keuangan dapat meningkatkan ketahanan individu dalam menghadapi guncangan, termasuk risiko penipuan, membantu mengelola utang secara bijak, menghindari utang berlebih, serta mendorong keputusan investasi lebih rasional melalui pemahaman atas risiko dan imbal hasil,” kata Magda.
Secara keseluruhan, peningkatan literasi keuangan tidak hanya mendukung kesejahteraan individu, tetapi juga berkontribusi terhadap stabilitas sistem keuangan, efektivitas kebijakan moneter dan pengurangan kesenjangan sosial.
Webinar ini merupakan bagian dari peringatan GMW 2026 yang mengangkat tema “Smart Money Talks”, sebuah inisiatif global yang digagas OECD/INFE. GMW 2026 menekankan pentingnya percakapan terbuka, inklusif, dan bermakna mengenai keuangan di lingkungan keluarga, sekolah dan komunitas.
Sehingga mereka mampu meningkatkan cara berpikir kritis tentang keuangan, membentuk perilaku keuangan bertanggung jawab, serta menumbuhkan kepercayaan diri finansial peserta didik sejak dini.
Sementara dalam webinar ini diikuti sekitar 3.000 peserta yang berasal dari perwakilan Kementerian/Lembaga, lembaga jasa keuangan, guru dan tenaga pendidik, akademisi, ekonom, mahasiswa, Duta Literasi Keuangan OJK, serta pegawai OJK. (*Andi)
Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id











