Menakar Kepedulian Investor Pada ESG di Pasar Modal

0
371
FOTO istimewa

Catatan: Tim BEI

MENUJU investasi berkelanjutan di Indonesia menjadi concern bagi pelaku pasar modal Indonesia saat ini. Kepedulian ditunjukkan dengan besarnya animo masyarakat berinvestasi di perusahaan-perusahaan yang sudah menetapkan prinsip Environmental Social Governance (ESG).

Perusahaan yang menerapkan aspek ESG lebih baik dinilai mampu membuat investor lebih percaya akan keberlangsungan usaha perusahaan itu di masa depan. Hal ini secara otomatis akan memberikan potensi keuntungan dalam jangka panjang.

Minat investor tersebut tercermin dari besarnya pertumbuhan investasi di perusahaan yang aset atau produk investasi bertemakan ESG. Jika merujuk perkembangan dana kelolaan (asset under management/AUM) manajer investasi (MI) sejak 2016, jumlah AUM ketika itu hanya sebesar Rp42 miliar, dan melonjak menjadi sebesar Rp3,46 triliun pada November 2021 berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Secara global, United Nations of Principle of Responsible Investment (UNPRI) mencatat, jumlah signatories AUM investasi berbasis ESG yang terdaftar di PRI juga meningkat dari US$ 59 triliun pada 2015 menjadi US$ 121,3 triliun pada 2021.

Awalnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) hanya ada dua indeks yang berbasis ESG, yaitu IDX ESG Leaders dan Sri Kehati. Namun, melihat tingginya animo dan permintaan masyarakat akan produk investasi berbasis ESG pada 20 Desember 2021 lalu, Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHATI) meluncurkan dua indeks baru dinamakan ESG Sector Leaders IDX KEHATI dan ESG Quality 45 IDX KEHATI.

BEI mencatat, dari data historis yang ada, dua indeks berbasis ESG tersebut yaitu, Indeks SRIKEHATI dan Indeks ESG Leaders. Selain mendorong praktik berkelanjutan, secara performa mampu memberikan imbal hasil (return) relatif lebih tinggi dari indeks IDX 30 dan Indeks LQ45.

Secara year to date, berdasarkan data statistik harian BEI sampai 16 Maret 2022, indeks SRIKEHATI mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 10,12 persen, indeks ESG Leaders sebesar 8,8 persen, indeks ESG Sector Leaders IDX KEHATI sebesar 8,56 persen dan ESG Quality 45 IDX KEHATI sebesar 5,11 persen.

Bagi investor yang memiliki kepedulian terhadap indikator ESG dapat menggunakan indeks ESG telah dikembangkan sebagai referensi. Atau mudahnya melakukan investasi pada reksa dana berbasis indeks ESG. Selain itu investor dapat melakukan analisa aspek ESG berdasarkan material yang berhubungan dengan perusahaan.

Salah satu sumber keterbukaan yang dapat digunakan adalah dari Sustainability Report/Laporan Berkelanjutan perusahaan. Cara lainnya dengan menggunakan analisis ESG yang dibuat pihak ketiga. Inisiatif menuju investasi berkelanjutan di Indonesia tercantum pada Roadmap Keuangan Berkelanjutan Tahap 2 pada 2021-2025.

Yang dibuat OJK dengan judul The Future of Finance. Secara bertahap, setiap perusahaan tercatat di BEI kini wajib menyampaikan Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan kepada OJK dan melaporkan Laporan Berkelanjutan kepada publik. Diawali dengan bank-bank besar (d.h. Bank BUKU 3, BUKU 4, dan Bank Asing) mulai 2019.

Dilanjutkan dengan bank-bank menengah dan kecil (d.h. bank BUKU 2 dan BUKU 1) serta Emiten dengan jumlah aset di atas Rp250 miliar mulai 2020. Emiten dengan aset skala menengah (aset di atas Rp50 – Rp250 miliar) diwajibkan mulai 2022. Sedangkan Emiten dengan asset skala kecil dengan aset di bawah Rp50 miliar diwajibkan menyampaikan Laporan Berkelanjutan mulai 2024. ****

#BEI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here