Peduli Kesehatan Warga Kepri, Ansar Siapkan Rumah Singgah di Batam dan Jakarta

0
144
GUBERNUR Kepri Ansar Ahmad saat meninjau Rumah Singgah di Batam dan Jakarta

TANJUNGPINANG, KABARTERKINI.co.id – Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyiapkan Rumah Singgah di Kota Batam dan Kota Jakarta. Dua unit Rumah Singgah disiapkan, demi membantu warga Kepri yang sakit dan harus dirujuk di kedua kota tersebut.

Hasnah, sebut namanya demikian, warga Kabupaten Lingga di diagnosa mengalami kanker stadium awal. Dokter Puskesmas tempat tinggalnya merujuk ke rumah sakit di Jakarta untuk kemoterapi.

Otomatis wanita setengah baya itu, bersama pendamping atau salah seorang keluarganya harus terbang, meninggalkan kampung halaman. Di ibukota Indonesia itu, Hasnah memikirkan di mana akan tidur, makan dan beristirahat di tengah kondisi tubuh melemah.

Biaya berobat saja sudah berat, ditambah penginapan, makan dan transportasi. Dengan beban ini bisa menguras ekonomi keluarga kecilnya. Realita ini dihadapi ribuan warga kabupaten dan kota di Kepri setiap tahun.

Sebagai orang nomor satu di salah satu provinsi kepulauan di Indonesia, Ansar ingin mengubahnya melalui program Rumah Singgah Kepri. Program ini, merupakan inisiatif sederhana dalam konsep, tetapi luar biasa dampak pada warganya.

Dua rumah, dua kota, satu komitmen

Pemerintah Provinsi Kepri kini memiliki dua unit Rumah Singgah yang beroperasi penuh, satu di Batam dan satu di Jakarta. Tujuannya, membantu warganya mendapat tempat tinggal sementara gratis, selama berobat jalan.

Rumah Singgah di Jakarta bernama Raja Ahmad Engku Haji Tua. Berlokasi di Jalan Bendungan Hilir, Jatiluhur II Nomor 21–22, RT 010/RW 002, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Rumah Singgah bagi pasien rujukan, lokasinya sangat strategis. Karena dekat dengan berbagai rumah sakit besar nasional. Rumah Singgah ini diresmikan langsung Ansar pada Mei 2023 silam.

Kapasitasnya mencapai 30 tempat tidur, 9 kamar. Mengingat sangat strategis dan gratis, daftar antrian warga Kepri ingin memanfaatkannya terus bertambah dari hari ke hari. Yang menjadi bukti betapa besar kebutuhan kesehatan yang selama ini tidak terpenuhi.

Sementara Rumah Singgah di Batam, bernama Mahligai Keris. Berlokasi di Jalan Kartini. Titik transit sangat strategis bagi warga dari berbagai kabupaten dan kota se-Kepri. Dengan kapasitas 25 tempat tidur, beroperasi sejak 2022.

BACA JUGA :  Secara Virtual, Sekda Asahan Ikuti Rakor Covid-19 dengan Lintas Kementerian

Fasilitas sekelas hotel, harga nol rupiah

Yang membuat Rumah Singgah di Batam dan Jakarta istimewa bukan hanya keberadaannya tetapi kualitas layanan diberikan. Kedua Rumah Singgah ini nol rupiah alias gratis bagi warga Kepri yang berobat ke Batam atau Jakarta.

Pelayanannya seperti di hotel. Front desk 24 jam. Staf selalu siap melayani kapan pun pasien dan pendamping memelurkannya. Kamar ber-AC dengan tempat tidur nyaman dan water heater smart TV dan WiFi.

Fasilitas tersedia demi memastikan pasien dan pendamping tetap terhubung dan terhibur selama masa pemulihan. Sarapan pagi gratis setiap hari bagi seluruh penghuni. Layanan mobil antar jemput ke rumah sakit rujukan tersedia. Tidak perlu mencari taksi atau angkutan lainnya dalam kondisi darurat.

Klinik konsultasi medis ringan di Rumah Singgah juga tersedia. Klinik ditangani dokter memakai jadwal piket. Dapur, area parkir, musala dan keamanan 24 jam. Durasi menginap hingga 90 hari cukup menyelesaikan sebagian besar rangkaian pengobatan, dengan opsi perpanjangan yang dapat diajukan dengan melampirkan surat keterangan dari dokter rumah sakit.

Cara mendaftar secara online berlaku sejak Oktober 2024, melalui aplikasi SILE ke RUMSING yang dapat diakses di rumsing.kepriprov.go.id. Sehingga warga Kepri yang membutuhkan dapat mengajukan permohonan sejak masih di kampung halaman, tanpa harus datang langsung ke Kota Tanjungpinang, Ibukota Provinsi Kepri untuk mengurus administrasi.

Syarat utama harus dipenuhi mendapat layanan Rumah Singgah. Memiliki surat rujukan resmi dari Puskesmas atau RSUD kabupaten dan kota se-Kepri. Yang menyatakan pasien harus berobat ke Batam atau Jakarta. Melengkapi dokumen identitas dan administrasi yang diperlukan.

Tidak memiliki gangguan jiwa atau penyakit menular yang berpotensi membahayakan penghuni lain. Pasien beserta seorang pendamping dapat menempati fasilitas rumah singgah.

Setelah permohonan diverifikasi, Rumah Singgah akan menghubungi pemohon sesuai dengan ketersediaan kamar. Untuk keadaan darurat, Pemerintah Provinsi Kepri membuka jalur komunikasi khusus agar pasien gawat darurat dapat diprioritaskan.

BACA JUGA :  Bersama Wakil Bupati Natuna, Ketua DPRD Natuna Resmikan Sekretariat Forum TBM Natuna  

Sebanyak 336 warga Kepri telah merasakan manfaatnya

Sejak pertama beroperasi hingga akhir 2024, sebanyak 336 pasien beserta pendamping telah merasakan langsung manfaat program Rumah Singgah Kepri di Batam dan Jakarta.

Para warga ini, berasal dari Kabupaten Lingga, Kabupaten Natuna, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kabupaten Karimun, Kabupaten Bintan, Kota Tanjungpinang dan Kota Batam.

Warga Kepri yang paling banyak memanfaatkan Rumah Singgah Kepri di Jakarta adalah mereka yang dirujuk ke Rumah Sakit Kanker Dharmais, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo atau Rumah Sakit Jantung Harapan Kita.

Menyadari permintaan terus melampaui kapasitas, Ansar pun berencana menambah tempat tidur baru serta memperluas kapasitas kedua Rumah Singgah. Evaluasi berkala terhadap kualitas layanan terus dilakukan, dan setiap masukan dari penghuni direspons dengan perbaikan nyata.

“Kita bangun Rumah Singgah, agar warga Kepri membutuhkan perawatan medis di Batam atau Jakarta mendapatkan fasilitas terbaik tanpa harus memikirkan penginapan dan kemudian terbebani biaya,” katanya.

Rumah Singgah bukan program berdiri sendiri. Melainkan bagian dari ekosistem kesehatan Kepri yang dibangun secara sistematis dan menyeluruh oleh Ansar. Ketika seorang warga pulau terpencil jatuh sakit, rantai layanan telah dibangunnya dan bekerja secara terintegrasi.

Ambulan Laut menjemput dari pulau terpencil menuju fasilitas kesehatan terdekat, seperti RSUD di kabupaten atau kota. RSUD Raja Ahmad Tabib di Tanjungpinang menjadi pusat rujukan provinsi dengan gedung poliklinik baru yang sedang dibangun.

Rumah Singgah Kepri di Batam untuk pasien yang harus berobat lanjutan. Rumah Singgah Kepri di Jakarta untuk pasien yang memerlukan penanganan di rumah sakit nasional. Sebuah rantai yang panjang, tetapi dirajut dengan satu benang merah, agar, kata Ansar, “Tidak ada warga Kepri yang boleh sendirian menghadapi sakitnya.” (*Juwono)

(Karya tulis dikutip dari Diskominfo Kepri, dilakukan sedikit perubahan dengan tidak mengurangi makna)

Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini