Pemberantasan Korupsi, Presiden: Sistem Pencegahan Kunci Utama

0
278

JAKARTA, KABARTERKINI.co.id – Mengembangkan budaya antikorupsi dan menumbuhkan rasa malu menikmati hasil korupsi, merupakan hal penting dalam pencegahan tindak pidana korupsi. Pendidikan antikorupsi harus diperluas dengan melahirkan generasi masa depan antikorupsi. Tetapi, membangun sistem menutup peluang terjadinya tindak pidana korupsi juga merupakan kunci utama.

Demikian sambutan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2020. Dalam acara digelar secara virtual melalui konferensi video dari Istana Negara dan Gedung Juang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu, Jokowi menekankan pentingnya peningkatan transparansi dan akuntabilitas lembaga pemerintahan.

“Semua lembaga pemerintahan harus terus meningkatkan transparansi, meningkatkan akuntabilitas, melakukan penyederhanaan proses kerja dan proses pelayanan kepada masyarakat untuk meminimalisir ruang korupsi, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya dari Istana Negara, Jakarta, di kutip BPMI Setres, Rabu 16 Desember 2020.

Sedangkan upaya pemerintah melakukan reformasi di sektor perizinan dan sektor layanan publik, sambungnya, merupakan upaya penting memperkecil peluang terjadinya korupsi. Sektor-sektor berkaitan langsung dengan kepentingan rakyat dan sektor-sektor memengaruhi ekosistem berusaha terutama pada UMKM, menjadi perhatian utama pemerintah.

“Pemerintah berusaha keras melakukan reformasi struktural secara besar-besaran. Regulasi tumpang tindih dan prosedur rumit terus akan kita pangkas. Mekanisme dan prosedur birokrasi rumit kita sederhanakan. Didukung dengan penggunaan teknologi digital seperti e-budgeting, e-procurement, e-audit, dan aplikasi-aplikasi lainnya,” saran Jokowi.

Pembenahan sistem sedang dilakukan ini, menurutnya, pasti memerlukan dukungan pengawasan efektif, baik dilakukan pengawas internal di institusi pemerintah, pengawas eksternal melibatkan beberapa lembaga di luar pemerintah, dan dengan mengundang partisipasi publik mengawasi kerja aparat pemerintah. Profesionalitas aparat penegak hukum memiliki posisi sangat sentral dalam penindakan dan pencegahan.

“Namun, orientasi dan mindset dalam pengawasan dan penegakan hukum harus diarahkan untuk perbaikan dan tata kelola pencegahan korupsi. Kinerja penegakan bukan diukur seberapa banyak kasus ditemukan, tetapi pada bagaimana mencegah secara berkelanjutan agar tindak pidana korupsi tidak terjadi lagi,” tegas Jokowi.

Kepala Negara memandang upaya pemberantasan korupsi membutuhkan kegigihan dan konsistensi luar biasa dan butuh orkestrasi kebersamaan luar biasa mencegahnya. Selain itu butuh inovasi dan kerja sistematis menutup peluang bagi terjadinya korupsi, serta perlu tindakan adil dan konsisten menindak para pelaku pidana korupsi.

“Saya berharap dengan langkah-langkah sistematis, sistemik, dari hulu sampai hilir, kita bisa lebih efektif memberantas korupsi, lebih efektif memberantas kemiskinan dan mengurangi pengangguran, dan menjadikan Indonesia negara maju yang kita cita-citakan,” pungkas Jokowi. (*andi surya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here