Presiden Saksikan Presentasi Finalis Sayembara Desain Ibukota Negara

0
299

Kabarterkini.co.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo menyaksikan presentasi lima finalis sayembara desain ibukota negara, di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat 20 Desember 2019. Saat memberikan kata pengantar, Jokowi mengapresiasi karya para peserta dan mengucapkan selamat atas pencapaian mereka yang berhasil masuk sampai ke tahap final.

“Pertama saya ingin mengucapkan selamat terlebih dahulu, karena sudah sampai pada tahapan ini dan telah terpilih dari 755 peserta sayembara. Itu merupakan sebuah pencapaian sangat hebat dan sekarang dalam proses penilaian akhir dan salah satu dari bapak ibu semua akan jadi pemenang,” katanya dikutip BPMI Setpres.

Lalu, Kepala Negara menyampaikan, pemindahan ibukota negara bukan semata-mata pemindahan lokasi atau pemindahan bangunan. Lebih jauh, dengan pindah ibukota maka akan ada juga perpindahan sistem dan budaya kerja.

“Sehingga kita memiliki konsep visioner. Kemarin saya melihat lokasi yang ada di Sepaku itu memang sebuah lokasi perbukitan yang kalau Bapak Ibu sekalian melihat ke sana pasti senang. Karena memudahkan bapak ibu sekalian untuk lebih memperbaiki konsep-konsep yang ada,” jelas Jokowi.

Ibukota negara baru nanti, katanya, bukan hanya berupa kota pintar, kompak, humanis, dan tanpa emisi, tetapi juga akan memiliki banyak klaster. Selain klaster pemerintahan, akan dibangun klaster pendidikan, kesehatan, riset dan inovasi, serta pusat keuangan.

“Dari sinilah kita ingin ada sebuah transformasi ekonomi dari ekonomi yang kita miliki sekarang ini masuk kepada smart economy,” pungkas Jokowi.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Danis Hidayat Sumadilaga dalam konferensi pers mengatakan, sayembara konsep dasar desain ibukota ini diikuti 755 peserta pada saat pendaftaran. Dari jumlah tersebut, 292 peserta mengirimkan karyanya dan 257 di antaranya dinilai dewan juri.

“Penilaian tahap satu terpilih 30 karya, tahap dua ada lima karya terbaik yang hari ini diundang untuk mempresentasikan konsep dan animasinya serta penjelasan lain yang diperlukan langsung di depan Bapak Presiden,” kata Danis.

Salah satu dewan juri, Ridwan Kamil, mengatakan ada 4 kriteria dinilai dewan juri dalam sayembara. Pertama, keberfungsian kota di mana kota ini bisa berkembang dan menggunakan lahan efisien. Kedua, kontekstual, memasukkan unsur sungai, bukit, sebagai daerah yang dipilih di Kalimantan Timur.

Ketiga, kota itu harus mempunyai fungsi simbolis dan monumental. Jadi simbol Pancasila, simbol demokrasi, ruang interaksi sosial, dan lain-lain. Keempat, urban system, yaitu kota itu harus smart, sustainable, dan liveable. “Gabungan itulah yang nanti dijadikan ibukota,” ungkapnya.

Ridwan mengatakan, pemenang sayembara akan diumumkan pada 23 Desember 2019. Setelah itu, penyerahan hadiah bagi pemenang akan dilakukan pada 31 Desember 2019.

“Setelah itu bulan depan pemenang akan ikut survei lagi, bersama Presiden mungkin, dan setelah itu kita mulai tahap 1, pentahapan secara detail. Mungkin 2021 konstruksi sudah dimulai,” tutup Ridwan. (*red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here