Rusak Parah, Proyek Pembangunan Pagar Pembatas Waduk Sei Harapan Senilai Rp3,8 Miliar

0
513
KONDISI proyek pembangunan Pagar Pembatas Waduk Sei Harapan, Sekupang, Batam

BATAM, KABARTERKINI.co.id – Kondisi proyek pembangunan Pagar Pembatas Waduk Sei Harapan, Sekupang, Batam, kini rusak parah. Kerusakan terjadi karena sebagian pagar roboh. Padahal proyek dari anggaran Badan Pengusahaan (BP) Batam pada 2020 itu, senilai Rp3,8 miliar.

Kerusakan semakin diperparah, akibat curah hujan berkepanjangan beberapa waktu lalu. Seperti penuturan Swandi (45), salah seorang warga Sekupang.

Menurutnya pembangunan pembatas pagar waduk Sei Harapan itu, baru selesai dikerjakan kurang lebih dua bulan lalu. Namun saat ini, kondisinya sangat memprihatinkan. Mengingat sebagian tiang pengikat pagar, sudah rusak dan tumbang.

“Kita heran, baru dibangun, tiang dan pagar sudah banyak tumbang. Kalau kita perhatikan, pekerjaan pagar ini terkesan asal jadi. Sebab galian pondasi tiangnya kurang dalam, hanya sekitar 25 cm,” kata Swandi.

Otomatis, ketika hujan turun lebat, sambungnya, tanah penahan pondasi tiang terkikis air. Akibatnya tiang pagar roboh. “Kita berharap segera diperbaiki, agar tidak merugikan masyarakat. Karena pembangunannya mempergunakan anggaran negara, notabene uang rakyat,” pesan Swandi.

Hal senada disampaikan warga sekitar lainnya. Ia melihat pengecoran tiang pagar hanya campuran antara pasir dan semen. Tidak nampak campuran batu coral sebagaimana biasanya. Sedangkan tiangnya hanya dipasang pakai besi dua stick.

“Tiang pagarnya menjadi tidak kokoh. Apalagi tiang pakai pipa paralon membungkus cor-coran. Sehingga, pipa paralon pembungkus tiang cor-coran sudah pecah-pecah. Jelas proyek itu hanya menghamburkan uang rakyat,” ungkapnya.

Manager Air Baku Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam Hajad Widagdo melalui Kepala Seksi Hubungan Komunikasi Media dan Antar Lembaga Humas BP Batam Suzani, ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kamis 21 Januari 2021 menjelaskan, penyebab terjadi kerusakan pagar pembatas waduk Sei Harapan, karena kondisi curah hujan tinggi.

Lalu diperparah pada lokasi pagar bagian atas masih berupa tebing curam. Sehingga air hujan turun deras menggerus pagar. “Proyek pembangunan pagar itu, masih dalam tahap pemeliharaan. Pihak kontraktor akan memperbaiki kerusakan. Supaya dapat berfungsi sebagaimana mestinya,” kata Suzani.

Menurutnya, proyek pembangunan Pagar Pembatas Waduk Sei Harapan itu, senilai Rp3,8 miliar. Dengan pekerjaan sepanjang 5000 meter. Proyek dikerjakan PT Nusantara Sukses Investa. Masa pemeliharaan, tegas Suzani, “Selama tiga bulan.”

Sementara hasil pantauan awak media dilapangan, sampai berita terpublikasi, belum ada tanda-tanda proyek pembangunan Pagar Pembatas Waduk Sei Harapan diperbaiki. Saat pagar dipegang memakai tangan, tampak goyang, seolah-olah mau tumbang. (*simanungkalit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here