Sektor Informal Masih Dominasi, Wamenaker: Pemuda Perlu Cipta Lapangan Kerja Baru

0
85
FOTO bersama seusai acara (dok. Biro Humas Kemnaker)

JAKARTA, KABARTERKINI.co.id — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) RI Afriansyah Noor menegaskan generasi muda perlu mengambil peran aktif. Salah satunya, menciptakan lapangan kerja di tengah tantangan ketenagakerjaan nasional, terutama tingginya peran sektor informal serta kebutuhan peningkatan kualitas tenaga kerja.

Mengingat struktur ketenagakerjaan Indonesia saat ini masih didominasi sektor informal, dengan lebih dari 155 juta angkatan kerja berada di sektor tersebut, sementara jutaan lainnya belum terserap di pasar kerja. Kondisi ini mendorong perlunya peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia, khususnya di kalangan pemuda.

“Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari angka statistik, tetapi mampu menunjukkan kemampuan melalui tindakan nyata,” kata Afriansyah saat memberikan sambutan pada pelantikan Biru Muda Project bertajuk “UNWRAP: From Potential to Impact Conference 2026” di Jakarta, Sabtu 2 Mei 2026.

BACA JUGA :  Program Kampus Merdeka Siapkan Mahasiswa Mampu Hadapi Tantangan Perubahan Global

Kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri, menurutnya, masih menjadi tantangan utama yang memengaruhi penyerapan tenaga kerja. Oleh karena itu, diperlukan transformasi menyeluruh dalam pembangunan sumber daya manusia agar lebih adaptif terhadap perubahan.

Dalam konteks tersebut, generasi muda didorong tidak hanya berorientasi sebagai pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang melalui inovasi, kewirausahaan dan pemanfaatan teknologi.

“Generasi muda memiliki potensi besar menjadi penggerak ekonomi melalui penciptaan peluang kerja baru, terutama di era digital,” kata Afriansyah sambil menambahkan, penguatan ekosistem ketenagakerjaan terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, industri, akademisi, komunitas serta media.

BACA JUGA :  Bupati dan Wabup Natuna Hadiri Hari Bhakti Adhiyaksa ke-63

Sebagai langkah konkret, Kementerian Ketenagakerjaan atau Kemnaker pada 2026 telah menetapkan empat pilar strategis, yaitu penguatan pelatihan vokasi melalui skilling dan reskilling, pengembangan Talent and Innovation Hub (TIH), perluasan akses pelatihan termasuk bagi penyandang disabilitas, serta peningkatan produktivitas melalui Labor Productivity Clinics.

Selain itu, pengembangan talenta juga dilakukan melalui pendekatan inkubasi untuk mendorong lahirnya wirausaha digital baru. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan pelaku ekonomi mandiri yang inovatif, termasuk di sektor ekonomi kreatif dan industri hijau.

“Seluruh program tersebut merupakan bagian dari strategi terintegrasi untuk membangun ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing global,” kata Afriansyah mengakhiri. (*Andi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini