
Oleh: Andi Surya
SETAHUN lebih empat hari, Cen Sui Lan dan Jarmin Sidik memimpin Natuna. Selama rentang waktu itu, perekonomian masyarakat kabupaten kepulauan perbatasan di tengah negara Asean yang kaya sumber daya perikanan dan migas ini, mengalami kelesuan. Kelesuan ekonomi dapat dilihat dari daya beli masyarakat semakin hari semakin menurun drastis.
Sehingga slogan di dengung-dengung, “Bupati Baru, Natuna Maju”, tampak menuju jalan buntu. Mengingat kemajuan suatu kawasan harusnya ditandai dengan ekonomi stabil, pendapatan per kapita tinggi, infrastruktur terbangun, pengangguran rendah, layanan kesehatan serta pendidikan berkualitas.
Jadi slogan didengung-dengungkan tidak sesuai fakta lapangan. Sementara ekonomi Natuna mulai terpuruk, berawal dari tidak terbayarnya utang 2024. Yang paling terbesar dialami penyedia jasa konstruksi. Alasan tidak terbayar, karena Natuna mengalami tunda salur dana transferan triwulan akhir 2024 dari pemerintah pusat.
Lalu di perparah dengan kebijakan efisiensi pada 2025. Celakanya terjadi tunda salur dana transferan triwulan akhir 2024, Pemerintah Kabupaten Natuna tetap melaksanakan kegiatan pembangunan proyek fisik secara lelang maupun penunjukan langsung pada 2025.
Sedangkan utang pada penyedia jasa kontruksi 2024, belum lunas terbayar keseluruhannya. Tidak terbayar utang dua tahun lalu, penyedia jasa konstruksi rata-rata milik pengusaha lokal dengan modal cukup terbatas, mengalami kesulitan membayar utang bahan bangunan hingga upah pekerja.
Yang paling memiriskan, terdengar kabar proyek pembangunan 2025, sebagian belum terbayar. Alhasil utang 2024 belum lunas, ditambah utang 2025. Utang pun menjadi tumpang tindih, harus dibayarkan pada 2026. Sedangkan proyek pembangunan tahun ini, telah diplot dalam APBD Natuna.
Pembayaran TPP tersendat-sendat
Daya beli masyarakat menurun, salah satunya akibat pembayaran Tunjangan Penghasilan Pegawai atau TPP pada 2025. Sejak Cen menjabat Bupati dan Jarmin sebagai Wakilnya, yang dilantik pada 20 Februari 2025, pembayaran kewajiban ini mulai terasa bermasalah.
Padahal kebijakan lima pemimpin Natuna sebelumnya, TPP menjadi skala prioritas utama dibayarkan. Sehingga tidak pernah menjadi topik pembicaraan atau pemberitaan tentang anggaran menyambung hidup keluarga para pegawai ini di bayar tersendat-sendat.
Sementara pegawai di Natuna berharap TPP sebagai ekonomi keluarga, karena hampir rata-rata mereka “menyekolahkan” alias menggadai SK gajinya ke bank. Ketika tunjangan tersendat-sendat dibayarkan, pembaca dapat menganalisa sendiri, bagaimana nasib keluarga para pegawai tersebut?
Sedangkan mereka diwajibkan disiplin dan profesional dalam bertugas. Agar dapat memberi pelayanan maksimal dalam menggerakkan roda pemerintahan kabupaten berjuluk, Laut Sakti Rantau Bertuah ini. Hasil jajak pendapat penulis secara acak, rupanya ekonomi Natuna terbantu dengan amannya pembayaran tunjangan penghasilan TNI dan Polri dilakukan institusi mereka masing-masing.
Untungnya, personel TNI dan Polri paling terbesar bertugas di kabupaten perbatasan ini. Kenapa paling terbesar, karena Natuna di tetapkan sebagai Kawasan Strategis Nasional atau KSN. Penetapan lainnya, Natuna masuk dalam lima pilar pembangunan. Lalu, ditetapkan sebagai Lokasi Prioritas atau Lokpri serta masuk Kawasan Strategis Pariwisata Natuna atau KSPN.
Catatan akhir, ketika utang penyedia jasa kontruksi pada 2024 dan 2025 belum di bayar lunas, serta TPP di bayar tersendat-sendat, jangan berharap utang lainnya bakal mendapat perhatian, misalnya utang publikasi 2024. Pemimpin cerdas di seluruh Indonesia maupun dunia, memahami pentingnya media massa sebagai bahan menaikan citra positif kawasan.
Sehingga awak media di rangkul, agar terus membangun citra positif tersebut. Publikasi melalui media massa berbadan hukum dan membayar pajak, karyanya tetap menjadi bahan rujukan bagi pemangku kepentingan. Seandai awak media tidak di anggap atau di pedulikan, jelas akan mempublikasi apapun fakta di lapangan, dan tidak mungkin di tutupi positif atau negatifnya. Media massa paling di percaya, jurnalisnya bertugas di kawasan itu, sebab mengetahui langsung fakta lapangan. ****
(Penulis: Pimpinan Perusahaan KABARTERKINI.co.id)
Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id










