Tinjau Persemaian Rumpin, Presiden: Indonesia Serius Tangani Perubahan Iklim

0
506
PRESIDEN saat melakukan peninjauan (foto BPMI Setpres)

BOGOR, KABARTERKINI.co.id – Presiden Joko Widodo meninjau langsung persemaian Modern Rumpin di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jumat 19 November 2021. Kunjungan ini menunjukkan keseriusan pemerintah Indonesia dalam menangani dampak perubahan iklim.

“Kita ingin menunjukkan bahwa Indonesia serius dalam menangani dampak dari perubahan iklim. Kita tunjukkan nursery center ini yang bisa setahun memproduksi kurang lebih 12 juta bibit,” ujar Jokowi -biasa disapa- dalam keterangannya selepas peninjauan di kutip BPMI Setpres.

Tiba di persemaian Modern Rumpin sekitar pukul 09.33 WIB, Kepala Negara didampingi sejumlah duta besar negara sahabat, yaitu Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Sung Yong Kim, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins, Duta Besar Kanada untuk Indonesia Cameron MacKay, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Piket, dan Country Director Bank Dunia Satu Kahkonen.

Selepas melihat video tentang pusat persemaian, Jokowi pun mengajak para dubes berkeliling meninjau sejumlah fasilitas, seperti area perkecambahan, area rumah produksi, area aklimatisasi hingga area penanaman terbuka. Sejumlah bibit pohon disiapkan di sini nantinya akan ditanam di lahan-lahan kritis yang membutuhkan.

“Tadi saya ditunjukkan mengenai bibit albasia atau sengon dan bibit eucalyptus. Kemudian ada bibit jati dan ada bibit mahoni yang semuanya kita produksi di sini. Saya berharap pada Januari depan, bibit-bibit ini sudah mulai keluar untuk ditanam di tempat-tempat rawan banjir, longsor serta rehabilitasi lahan-lahan kritis,” jelasnya.

Dengan membangun pusat persemaian seperti di Rumpin, sambung Jokowi, otomatis bakal memperbaiki lingkungan dan menangani dampak perubahan iklim di sisi hulu. Ia menargetkan akan membuat kurang lebih 30 pusat persemaian serupa dalam tiga tahun ke depan.

“Tapi saya juga mengharuskan semua perusahaan pertambangan dan kelapa sawit untuk menyiapkan nursery-nursery seperti ini. Sehingga terjadi perbaikan-perbaikan lingkungan di lokasi mereka,” tegasnya.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar dalam keterangan tertulisnya menyebut bahwa sejak 2020 telah dipersiapkan sebanyak enam lokasi pusat persemaian dan secara bertahap akan dibangun. Beberapa  pusat persemaian akan dibangun meliputi:

1. Pusat Persemaian Rumpin di Provinsi Jawa Barat seluas 128 hektare, kapasitas 16 juta bibit.

2. Pusat Persemaian IKN di Kawasan Hutan Produksi, Desa Mentawir, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi  Kalimantan Timur seluas 120 hektare, kapasitas 15 juta bibit per tahun.

3. Pusat Persemaian Danau Toba di Kawasan Hutan Lindung Blok Sibisa, Desa Motung, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba, Provinsi  Sumatera Utara, luas 37,25 hektare, kapasitas 5 juta bibit per tahun.

4. Pusat Persemaian Labuan Bajo seluas 30 hektare, di Kawasan Hutan Produksi Satar-Kodi, Nggorang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi NTT, luas 30 hektare, kapasitas 5 juta bibit per tahun.

5. Pusat Persemaian Mandalika berlokasi di Kawasan Hutan Lindung, Rembitan-Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB, luas 35,25 hektare, kapasitas 5 juta bibit per tahun.

6. Pusat Persemaian Likupang di Kawasan TWA Batu Putih, Batu Putih Bawah, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara seluas 30.33 hektare, kapasitas 5 juta bibit per tahun.

“Nursery Centre Rumpin akan menjadi contoh penyelesaian kelima nursery lainnya. Nursery Centre Rumpin merupakan model pekerjaan public-private partnership (KLHK-PUPR-APRIL). Pekerjaan utama persemaian telah selesai konstruksi. Produksi bibit 1 juta sebulan atau 12 juta setahun,” pungkas Siti Nurbaya.

Tampak hadir dalam peninjauan, antara lain, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Bupati Bogor Ade Yasin. (*andi surya)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here