

TANJUNGPINANG, KABARTERKINI.co.id – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kepri Hendri Kurniadi secara resmi menyerahkan rekomendasi Integrasi Tanda Tangan Elektronik (TTE) pada aplikasi Sipangkas kepada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kepri. Penyerahan dilakukan secara simbolis di Collaboration Room Diskominfo Kepri, Senin 9 Februari 2026.
Sementara penerapan Sipangkas berbasis TTE menjadi langkah penting dalam mendorong transparansi, efisiensi serta akurasi pencairan anggaran daerah. Selain mengurangi penggunaan kertas, sistem ini memastikan setiap proses tercatat secara digital dan dapat diawasi secara real-time.
“Kita sangat mengapresiasi inovasi dilakukan BKAD Kepri dengan menerapkan TTE dalam aplikasi Sipangkas. Kebijakan ini merupakan langkah maju dalam mendorong percepatan transformasi digital di sektor pengelolaan keuangan daerah,” kata Hendri dikutip dari keterangan tertulis.
“Inovasi dari BKAD Kepri sangat mempermudah proses keuangan dan pemeriksaan. Apalagi pemerintah pusat tengah mencanangkan percepatan pemerintahan digital. Semoga digitalisasi di Kepri semakin meningkat,” katanya lagi.
Keterlibatan Diskominfo Kepri dalam penerapan TTE, menurut Hendri, merupakan bagian dari upaya menghadirkan layanan digital aman dan terverifikasi. Ia menyebut TTE digunakan telah mendapat persetujuan dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sehingga validitasnya terjamin.
“TTE ini tidak sembarangan. Sudah tervalidasi oleh BSSN. Kedepan, inovasi ini bisa menjadi contoh bagi provinsi maupun OPD lainnya,” kata Hendri sambil menambahkan, pentingnya perlindungan hak cipta pada aplikasi Sipangkas agar rekam jejak inovasi dari Kepri tetap tercatat.
“Sering ada pihak lain yang meniru aplikasi kita. Dengan pencatatan hak cipta, historisnya jelas bahwa inovasi ini berasal dari Kepri. Meski anggaran terbatas, Hendri memastikan pelayanan digital tetap harus optimal, mengingat kebutuhan storage dan aktivitas server yang tinggi,” katanya.

Setiap pagi antara pukul 07.00–07.30, sambung Hendri, server Diskominfo bisa menerima 16.000 kunjungan. Jangan sampai inovasi ini terhambat karena persoalan anggaran. Jika ada kendala pada implementasi awal, pihaknya siap membantu.
Karena aplikasi Sipangkas akan meningkatkan kecepatan, ketepatan dan akurasi data keuangan daerah serta mempermudah proses pemeriksaan, sebab seluruh data terekam secara elektronik.
Kepala BKAD Kepri Venni Meitaria Detiawati mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh Diskominfo Kepri dalam penyempurnaan Sipangkas. Ia menjelaskan bahwa aplikasi ini dibangun sejak 2023, sekarang diperbarui untuk mengakomodasi fitur TTE.
“Selama ini pengajuan berkas SPM ke loket dilakukan secara manual dan bertingkat. Dengan Sipangkas, semuanya lebih ringkas, tanpa kertas, dan lebih cepat. Dukungan TTE membuat prosesnya semakin efisien. Inovasi Sipangkas merupakan bagian dari peningkatan pelayanan pencairan anggaran, sekaligus mendukung penuh program pemerintahan digital,” kata Venni.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad, menurutnya, mewajibkan setiap OPD menghadirkan minimal tiga inovasi pada 2026. Sipangkas menjadi inovasi pertama BKAD pada tahun ini dan akan segera diuji coba sebelum nantinya diresmikan Gubernur.
“Kita berharap integrasi TTE dapat diperluas, termasuk pada dokumen DPA agar keseluruhan proses lebih cepat dan efisien. Setelah penyerahan rekomendasi ini, Sipangkas akan kami bawa ke Pusdatin Kemendagri sebagai laporan penerapan pencairan berbasis TTE. Terima kasih atas dukungan Diskominfo yang bekerja sangat cepat,” kata Venni mengakhiri. (*adv)
Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id










