Undangan Pemerintah Jepang pada 2019, Bupati Hamid Promosi Perikanan dan Pariwisata Natuna

0
632
BUPATI Natuna Abdul Hamid Rizal (tengah kanan) saat mengadakan pertemuan dengan sejumlah pengusaha di Jepang (foto istimewa)

NATUNA, KABARTERKINI.co.id – Abdul Hamid Rizal merupakan satu-satunya Kepala Daerah Tingkat II mendapat undangan dari Kedutaan Jepang untuk Indonesia pada 2019 silam. Bupati Natuna 2016-2021 di undang, di publikasi website Resmi Pemerintah Kabupaten Natuna, dengan judul “Di undang dalam IJBF di Jepang, Bupati Natuna Promosi Potensi Daerah”, Jumat 12 Juli 2019.

Dalam undangan, Hamid akan mengikuti beberapa rangkaian kegiatan Indonesia Japan Business Forum atau IJBF. Acara berlangsung di Central Public Hall, Osaka Jepang selama dua hari, dari 26 Juni hingga 27 Juni 2019.

Sementara IJBF, merupakan bagian dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20. Hamid, sebagai Bupati, didampingi sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah atau OPD Natuna. Lalu, Hamid melakukan pertemuan dengan perusahaan Toyobo Engineering.Co.Ltd dan beberapa perusahaan nasional Jepang lainnya.

Setiap pertemuan, Hamid mempromosikan potensi daerah, diantaranya sumber daya perikanan, kelautan dan pariwisata. Dengan pemaparan itu, Konsulat Jenderal Kedutaan Indonesia untuk Jepang, Mirza Nurhidayat menjelaskan KJRI Osaka saat ini sedang fokus dan serius mendorong investasi dari Jepang ke Natuna.

BACA JUGA :  FIFGROUP Raih Dua Penghargaan dari Warta Ekonomi, Kategori Multifinance dan Pembiayaan Syariah

Direktur Toyobo Engineering, Yoshinari Obira sempat menawarkan produk unggulannya yang sangat poluper dan sudah dikembangkan di Arab Saudi, yakni Reverse Osmose (RO) yang berfungsi merubah air laut menjadi air bersih yang dapat diminum langsung.

Hamid bersama rombongan juga mengadakan pertemuan dengan perusahaan Masachi Industry. Direktur Masachy Industri Hirobumy Kobayashi menerangkan, perusahaan dipimpinnya memiliki beberapa anak perusahaan yang bergerak di bidang perikanan dan pariwisata.

Hirobumy mengakui sangat tertarik dengan potensi Natuna dipaparkan Hamid. Pengusaha Jepang itu berencana meminta anak perusahaannya segera melakukan peninjauan kelapangan dalam waktu dekat untuk melihat kondisi dan peluang pengembangan usaha di Natuna.

Selain itu, Hirobumy juga mengatakan, saat ini Jepang sedang mengalami krisis tenaga kerja, khususnya bidang kesehatan, seperti dokter, bidan dan perawat. Sedangkan tenaga kerja tersedia, merupakan angkatan kerja dengan usia kurang produktif.

BACA JUGA :  Semester I 2023, PLN Berhasil Kelola FABA Hingga 1,45 Juta Ton

Oleh karena itu, ia berencana mengajukan agar Natuna dapat membantu Jepang dengan menyediakan, atau mengirim tenaga produktif bidang kesehatan. Tentunya melalui prosedur dan regulasi berlaku di Indonesia.

Menyikapi permintaan dari pihak Masachi Industry, Hamid menyambut baik hal tersebut dan berjanji akan segera melakukan rekruetmen dan seleksi tenaga kerja, baik dari SMK bidang pertanian, pariwisata dan mempersiapkan tenaga medis sesuai kebutuhan.

Dalam pertemuan, Hirobumy didampingi pengusaha nasional Jepang, diantaranya United in Diversity Foundation, Yumex Ltd, King Foods Ltd, R Round, Santo Coffee Marketing Ltd, Kawasaki Heavy Industries Ltd, M3 Doctor Support, Inc, FTI Japan Co Ltd, LNG Japan Corporation, Invironment Bureau Of Osaka City Government, Global Info, Suito Com dan Lasin. (*Andi)

Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini