ZTE Global Summit & User Congress 2026 Resmi Dibuka di Kuala Lumpur

0
96
ZTE Global Summit & User Congress 2026 di Kuala Lumpur (foto PR Newswire)

MALAYSIA, KABARTERKINI.co.id – ZTE Corporation, perusahaan terkemuka di dunia yang menyediakan teknologi informasi dan komunikasi terintegrasi, resmi membuka ZTE Global Summit & User Congress ke-15 dengan tema, Architecting Infinity From Connectivity to Digital Value.

Digelar di lokasi yang sama dengan ajang GSMA M360 ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, dikutip dari PRNewswire, Jumat 11 September 2026, ZTE Global Summit & User Congress ke-15 menjadi forum tahunan dengan skala terbesar diadakan di luar negeri.

Lebih dari 500 peserta hadir, mulai dari pejabat pemerintah, pemimpin industri TIK, eksekutif operator, perusahaan inovatif hingga mitra ekosistem. Mereka membahas perkembangan jaringan masa depan, perpaduan AI dengan inovasi digital, serta pertumbuhan ekonomi digital di kawasan.

Menteri Komunikasi Malaysia YB Dato’ Seri Fahmi Fadzil mengatakan, fase berikutnya dari transformasi digital Malaysia harus melampaui pembangunan konektivitas dan mulai berfokus pada penciptaan nilai tambah yang riil.

Hal ini dapat terwujud melalui layanan publik lebih baik, iklim usaha lebih kuat, serta semakin terbukanya peluang bagi masyarakat Malaysia. Tidak lupa, Fahmi mengajak mitra teknologi global agar tidak hanya menjual produk, namun ikut membangun Malaysia.

Di sisi lain, ia menekankan pentingnya pengembangan SDM lokal, penguatan kapabilitas nasional dan penciptaan inovasi yang dapat melayani pasar ASEAN secara lebih luas.

Menteri Digital Malaysia YB Gobind Singh Deo mengatakan langkah berikutnya, memperkuat daya saing digital Malaysia adalah mengubah kecerdasan buatan menjadi manfaat ekonomi dan sosial yang riil.

BACA JUGA :  Anggota DPRD - Aliansi Nelayan Natuna Tidak Setuju Nelayan Pantura Tangkap Ikan di Laut Natuna Utara

Sebab AI mampu meningkatkan produktivitas, memperbaiki layanan publik, sekaligus membuka semakin banyak peluang bagi masyarakat. Jika ingin menjadi Negara AI pada 2030, Malaysia tidak bisa hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur.

Pengembangan SDM lokal, tata kelola terpercaya dan dukungan bagi inovator dalam negeri juga harus menjadi bagian penting agar solusi dikembangkan dapat bersaing di tingkat global.

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Rakyat Tiongkok untuk Malaysia Ouyang Yujing mengatakan konektivitas menjadi salah satu ciri utama era digital, sementara inovasi akan menentukan arah masa depan.

Ketika jaringan digital semakin menghubungkan berbagai belahan dunia, AI membuka peluang lahirnya sebuah era baru yang mewujudkan kemakmuran kolektif. Di tengah perkembangan digital di pasar global, Tiongkok mendorong pertumbuhan yang terbuka, inklusif, aman dan saling menguntungkan.

“Kami siap bekerja sama dengan mitra dari berbagai negara memperluas pertukaran teknologi, memperkuat sinergi industri, mengembangkan standar bersama, serta membangun tata kelola melalui kolaborasi,” kata Ouyang.

Executive Vice President & Chief Operating Officer ZTE Xie Junshi dalam sambutannya mengatakan di seluruh dunia, konektivitas dan komputasi kini semakin terintegrasi dan menjadi salah satu tren utama di industri.

Jaringan 5G global terus berkembang secara stabil, sedangkan AI telah menjadi salah satu penggerak utama bagi pertumbuhan industri. Setiap pasar berkembang dengan kecepatan berbeda-beda.

Namun semuanya menuju arah yang sama, dari membangun kapasitas komputasi hingga memanfaatkan secara optimal. Di tengah perkembangan tersebut, ZTE memperbarui strateginya menjadi Connectivity plus Computing.

BACA JUGA :  Perdana di ASIA, Gubernur Kepri Lepas Ekspor Ayam Hidup ke Singapura Lewat Jalur Laut

“Kami memandang AI sebagai otak, infrastruktur komunikasi sebagai sistem saraf, dan perangkat terminal sebagai penghubung dengan dunia nyata,” kata Ouyang.

“Saat ketiganya berpadu, teknologi dapat membawa perubahan pada masyarakat dan kehidupan sehari-hari. Bagi kami, teknologi dasar yang kokoh merupakan fondasi utama mewujudkan visi itu,” katanya lagi.

Senior Vice President ZTE Zhang Wanchun menjelaskan perusahaannya memiliki empat dimensi, yakni: vision berarti menentukan arah jangka panjang. Volume berarti menerapkan inovasi dalam skala besar dengan kualitas tetap terjaga.

Value berarti mengubah infrastruktur menjadi sistem yang mampu menciptakan nilai tambah dan venture berarti terus membuat terobosan teknologi.

Dalam forum ini juga, ZTE menggelar demo berbagai inovasi, mulai dari konektivitas yang diperkuat dan dirancang ulang dengan AI, produksi Token yang lebih efisien, hingga upaya mengubah teknologi menjadi manfaat nyata.

Perusahaan juga memaparkan peta jalan komersial yang mencakup konektivitas, infrastruktur komputasi, hingga perangkat terminal berbasis berbagai skenario penggunaan.

Sebagai penghubung antara teknologi, pasar dan ekosistem industri, ZTE Global Summit & User Congress 2026 menjadi ruang untuk membahas berbagai peluang dan perkembangan teknologi masa depan.

Bersama para pemangku kepentingan, ZTE mengeksplorasi cara membangun daya saing yang berangkat dari visi bersama, terwujud dalam skala, diterjemahkan menjadi nilai dan dikembangkan melalui inovasi. (*Red)

Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini