Nak, Bapak Belum Punya Uang Beli Baju Lebaran

0
925
FOTO ilustrasi

Oleh: Andi Surya

“Nak, Bapak belum punya uang beli baju Lebaran,” kata Ujang -nama disamarkan- membujuk kedua anak perempuannya dalam pelukan sang istri. Dengan mata-mata berkaca-kaca, warga berdomisili di salah satu kawasan perbatasan itu merasa sedih, menyambut Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriyah ini.

Tahun sebelumnya, tidak terlalu parah, mengingat masih punya perhiasaan istri untuk digadaikan. Namun tahun ini, semua perhiasan telah hilang. Dengan meminjam uang sanak saudara, perhiasan digadaikan di ambil, lalu di jual kembali.

Uang hasil jual perhiasan dipotong utang, sisanya digunakan istri penyedia jasa konstruksi atau kontraktor kecil-kecilan itu untuk makan sehari-hari. Selama bertahun-tahun, Ujang semula sebagai pekerja meningkat sebagai kontraktor tidak merasa kesusahan.

BACA JUGA :  Pj Bupati Muara Enim Tinjau Try Out dan CAT P3K

Karena setiap rampung mengerjakan proyek milik pemerintah setempat langsung dibayar lunas. Celakanya dua tahun lalu, ia mencoba peruntungan mengambil proyek lumayan anggarannya.

Nasib baik kurang berpihak, pekerjaan rampung belum dibayarkan. Padahal uang membayar upah pekerja dan membeli material dari pinjaman. Mengingat pemerintah belum membayar proyek hasil kerja dua tahun lamanya, otomatis sang pemberi pinjaman terus menagih.

Ujang semula bertubuh sehat, kini menjadi lunglai. Memikirkan utang terus berjalan. Sedangkan proyek dua tahun lalu rampung ia kerjakan hingga saat ini belum dibayarkan. Yang Ujang tidak habis pikir, pemerintah belum membayar lunas proyek dua tahun lalu, tahun berikutnya melelang sejumlah proyek baru.

BACA JUGA :  Sekitar Rp5,668 Miliar Proyek Swakelola di Dinas Perkim Natuna, Ini Daftarnya 

Kebijakan nyeleneh ini, semakin semrawut. Sebab utang dua tahun lalu belum terbayar, proyek berikutnya kembali terutang. Yang harus di bayarkan pada tahun ini. Utang tumpang tindih, dalam pikiran Ujang yang mana akan dibayar duluan, jika pemerintah telah punya anggaran.

Kepala Ujang kembali tertunduk. Mengenang hidup keluarganya kedepan. Kenangan jangka pendek, kesedihan Lebaran tinggal menghitung hari. Kue Lebaran dan baju baru anak-anak belum terbeli. Sementara sang pemimpin pemerintahan tidak peduli, nasib masyarakatnya. ****

(Penulis: Pimpinan Perusahaan KABARTERKINI.co.id)

Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini