Rayakan 15 Tahun Pasar Modal Syariah, BEI Siap Bawa ke Level Global

0
127
FOTO istimewa

JAKARTA, KABARTERKINI.co.id — PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) terus memperkuat pengembangan Pasar Modal Syariah di Indonesia, salah satunya melalui edukasi dan kampanye publik. Karena berdasarkan data dihimpun dari AB-SOTS, jumlah investor saham Syariah memiliki pertumbuhan cukup signifikan.

Dimana jumlah investor dalam lima tahun terakhir atau sejak 2020 telah meningkat 158 persen, dari 85.891 investor menjadi 221.714 investor pada Maret 2026. Apalagi pada tahun ini, Pasar Modal Syariah di Indonesia memperingati 15 tahun sejak peluncuran Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), penerbitan Fatwa DSN-MUI Nomor 80, serta implementasi Sistem Online Trading Syariah (SOTS).

Peluncuran ini menjadi tonggak penting dalam kebangkitan Pasar Modal Syariah di Indonesia. Untuk itu, dalam rangka peringatan 15 tahun kebangkitan Pasar Modal Syariah, BEI, KPEI dan KSEI atas dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelenggarakan kegiatan Elevate 2026 yang terdiri dari IFN Indonesia Forum dan Sharia Investment Week (SIW) 2026 di Main Hall BEI pada 20 Mei hingga 23 Mei 2026.

Mengusung tema, 15 Years Rising – Heading Worldwide, rangkaian kegiatan Elevate 2026 akan hadir secara istimewa dengan skala internasional sebagai upaya memperkenalkan Pasar Modal Syariah di Indonesia ke tingkat global. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, BEI menjalin kerja sama dengan Redmoney Group guna memperkuat branding Pasar Modal Syariah di Indonesia.

Kolaborasi ini akan diwujudkan melalui penyelenggaraan IFN Indonesia Forum 2026 pada 20 Mei 2026 sebagai rangkaian pembuka Elevate, menuju SIW 2026. SIW sendiri merupakan kegiatan flagship Pasar Modal Syariah BEI yang telah diselenggarakan secara konsisten sejak 2019 dan menjadi ajang silaturahmi investor Syariah Indonesia melalui berbagai kegiatan talkshow dan expo. Tujuannya, meningkatkan literasi serta inklusi Pasar Modal Syariah di Indonesia.

Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI Irwan Abdalloh menyampaikan bahwa Pasar Modal Syariah kini semakin relevan sebagai pilihan investasi masyarakat Indonesia. Menurutnya, investasi Syariah tidak hanya menawarkan potensi keuntungan finansial, tetapi juga memberikan ketenangan karena dijalankan sesuai prinsip-prinsip Islam.

BACA JUGA :  Beri Motivasi Anggota, Kapolres Natuna Kunjungi Rumah Baca Bhabinkamtibmas Polsek Bunguran Timur

“Pasar Modal Syariah bukan sekadar alternatif, tetapi telah menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang ingin berinvestasi secara halal, transparan dan berkelanjutan,” kata Irwan sambil menambahkan seluruh aktivitas di Pasar Modal Syariah berlandaskan prinsip Islam. Yang melarang unsur riba, gharar (ketidakpastian) dan maysir (spekulasi).

Selain itu, instrumen investasi yang diperdagangkan juga harus berasal dari kegiatan usaha halal serta dikelola melalui mekanisme Syariah. Di Indonesia, penerapan prinsip tersebut mengacu pada regulasi OJK serta fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Hal ini memastikan seluruh proses, mulai dari seleksi efek hingga transaksi, tetap berada dalam koridor Syariah.

Transaksi saham Syariah di BEI, sambung Irwan, dilakukan secara transparan melalui sistem perdagangan yang adil. Saham dapat diperdagangkan yang tercantum dalam Daftar Efek Syariah (DES), diterbitkan secara berkala oleh OJK. Jadi investor tidak perlu ragu, karena seluruh proses sudah melalui pengawasan ketat regulator dan mengacu pada fatwa Syariah berlaku.

Kinerja Pasar Modal Syariah di Indonesia juga terus menunjukkan tren positif dan semakin inklusif. Pertumbuhan jumlah investor, peningkatan kapitalisasi pasar, serta aktivitas transaksi yang terus meningkat menjadi indikator tingginya minat masyarakat terhadap investasi Syariah.

“Kepercayaan masyarakat terus tumbuh. Ini terlihat dari peningkatan jumlah investor Syariah yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir,” kata Irwan.

Dari sisi produk, Pasar Modal Syariah di Indonesia menawarkan beragam instrumen investasi, mulai dari saham Syariah, reksa dana Syariah, sukuk, hingga exchange traded fund (ETF) Syariah. Data per Maret 2026 menunjukkan jumlah efek Syariah yang terus meningkat mencapai 673 saham atau sebesar 70 persen tercatat di BEI.

Otomatis mencerminkan perkembangan industri semakin kuat. Sehingga Irwan menyatakan Pasar Modal Syariah tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga memiliki dimensi sosial. Berbagai inovasi seperti wakaf saham, zakat saham, dan sukuk berbasis wakaf menjadi bukti bahwa investasi juga dapat memberikan dampak sosial lebih luas bagi masyarakat.

BACA JUGA :  Danlanud Serahkan Bantuan Cat ke Gereja Bukit Kasih Ranai

“Pasar Modal Syariah menggabungkan aspek investasi dan nilai sosial. Ini yang menjadi kekuatan utama dalam mendorong ekonomi lebih inklusif dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Komitmen dalam membangun ekosistem Pasar Modal Syariah yang inklusif dan berkelanjutan mendapat pengakuan di tingkat internasional. Penguatan posisi Indonesia di kancah global tercermin dari berbagai penghargaan internasional yang berhasil diraih Pasar Modal Syariah di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

BEI berulang kali memperoleh penghargaan bergengsi pada ajang Global Islamic Finance Awards (GIFA), termasuk penghargaan The Best Supporting Institution for Islamic Finance pada 2016–2018, The Best Emerging Islamic Capital Market of the Year pada 2018, serta The Best Islamic Capital Market pada 2019, 2020, 2021, dan 2022.

Prestasi berlanjut dengan diraihnya GIFA Championship Award for Islamic Capital Market 2025, yang semakin menegaskan pengakuan dunia internasional terhadap konsistensi dan inovasi Indonesia dalam mengembangkan industri Pasar Modal Syariah.

Penghargaan ini menjadi bukti bahwa Pasar Modal Syariah di Indonesia mampu tumbuh secara berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi global, sekaligus memperkuat optimisme bahwa Pasar Modal Syariah di Indonesia memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan menjadi salah satu pusat Pasar Modal Syariah terkemuka di dunia.

Kedepan, BEI akan terus memperluas jangkauan edukasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak guna meningkatkan partisipasi masyarakat. Dengan semakin banyak masyarakat yang memahami Pasar Modal Syariah, industri ini diharapkan dapat menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi nasional.

“Edukasi adalah fondasi. Ketika masyarakat paham, maka kepercayaan akan tumbuh, dan pada akhirnya Pasar Modal Syariah di Indonesia akan berkembang lebih pesat,” kata Irwan sambil mengajak masyarakat untuk mulai berinvestasi Syariah maupun mengikuti berbagai program dan kompetisi berhadiah dari BEI, informasi lebih lanjut bisa diakses melalui https://idxislamic.idx.co.id/ atau akun Instagram https://www.instagram.com/idxislamic/. (*Andi)

Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini