Tingkatkan Keselamatan Wisatawan, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pemandu Wisata Gunung di NTB

0
109
SALAH satu sesi pelatihan

LOMBOK TIMUR, KABARTERKINI.co.id — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan tenaga kerja pariwisata kompeten dan profesional melalui pelatihan Tailor Made Training (TMT) bagi pemandu wisata gunung di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pelatihan berlangsung dari 15 Agustus hingga 18 Agustus 2026. Yang diikuti 17 peserta dari NTB dan sejumlah daerah lainnya. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur dengan Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) NTB.

Pelatihan TMT itu merupakan batch pertama yang akan dilanjutkan dengan batch-batch berikutnya dengan jangkauan peserta lebih luas. pelatihan ini diharapkan semakin banyak menghasilkan tenaga kerja pemandu gunung yang kompeten, profesional dan mampu memenuhi standar keselamatan serta kebutuhan industri pariwisata.

Direktur Bina Standardisasi Kompetensi dan Program Pelatihan (Stankomproglat) Kemnaker Abdullah Qiqi Asmara mengatakan profesi pemandu gunung memiliki peran penting dalam menjamin keselamatan dan kenyamanan wisatawan selama melakukan pendakian.

BACA JUGA :  Presiden Jokowi Terima Konsil Bisnis Uni Eropa-ASEAN  

Karena pekerjaan tersebut membutuhkan kecakapan dalam menghadapi karakter medan, menangani situasi darurat, berkomunikasi dengan wisatawan, serta memahami aspek pelestarian lingkungan. Berbagai kemampuan ini menjadi bekal dalam memberikan pelayanan aman dan berkualitas.

“Pemandu gunung bukan sekadar orang yang mengantarkan wisatawan menuju puncak. Mereka memiliki tanggung jawab untuk memastikan perjalanan berlangsung aman,” kata Qiqi dikutip dari keterangan Biro Humas Kemnaker, Jumat 21 Agustus 2026.

TMT disusun, menurutnya, berdasarkan kebutuhan pekerjaan serta karakteristik peserta. Pendekatan ini membuat materi pembelajaran lebih relevan dengan kondisi yang dihadapi saat menjalankan tugas di kawasan pendakian.

“Melalui TMT atau Tailor Made Training, peserta memperoleh keahlian yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Sehingga dapat diterapkan dalam situasi nyata di lapangan,” kata Qiqi.

Ia menilai kemitraan BPVP Lombok Timur dengan APGI NTB menunjukkan keterlibatan berbagai unsur dalam membangun pelatihan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri.

BACA JUGA :  KIA Marak Curi Ikan di ZEE Laut Natuna Utara, KRI Tingkatkan Patroli

Hubungan antara pemerintah, lembaga pelatihan, asosiasi profesi dan sektor pariwisata menjadi bagian penting dalam menyiapkan tenaga kerja berkualitas.

“Kolaborasi ini menjadi bagian dari pengembangan ekosistem pelatihan vokasi yang melibatkan pemerintah, lembaga pelatihan, asosiasi profesi, dan sektor pariwisata,” kata Qiqi.

Pelatihan Pemanduan Wisata Gunung dirancang dengan menyesuaikan materi pembelajaran terhadap karakteristik industri pariwisata alam. Peserta dibekali keterampilan yang mengacu pada standar kompetensi sehingga dapat menjalankan tugas sesuai tuntutan pekerjaan.

Qiqi berharap pelatihan tersebut menghasilkan pemandu gunung yang mampu bekerja secara profesional, mengutamakan keselamatan wisatawan, serta memiliki kepedulian terhadap kelestarian alam.

“Kualitas sumber daya manusia yang semakin baik mampu memberikan kontribusi terhadap pengelolaan destinasi pendakian yang bertanggung jawab dan berkelanjutan di NTB,” katanya mengakhiri. (*Red)

Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini