Pekerja Kompeten, Menaker Yassierli: Kunci Industrialisasi Indonesia

0
84
MENAKER Yassierli

JAKARTA, KABARTERKINI.co.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Republik Indonesia Yassierli menegaskan pekerja kompeten menjadi salah satu kunci bagi negeri tercinta ini memperkuat industrialisasi dan membangun kemandirian ekonomi.

Karena agenda hilirisasi, penguatan industri nasional, serta ketahanan pangan dan energi membutuhkan tenaga kerja memiliki kompetensi dan mampu menciptakan nilai tambah di dalam negeri.

Hal itu disampaikan Yassierli saat memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Plaza Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Jakarta, Senin 17 Agustus 2026.

Kemerdekaan, menurutnya, memberikan Indonesia kesempatan menentukan jalan kemajuannya sendiri. Oleh karena itu, pembangunan ekonomi perlu terus diarahkan memperkuat kemampuan bangsa dalam mengelola potensi dan sumber daya dimiliki, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Tidak ada hilirisasi tanpa manusia yang mampu mengerjakannya. Tidak ada industrialisasi tanpa pekerja yang kompeten, dan tidak ada kemandirian ekonomi tanpa kekuatan tenaga kerja Indonesia,” kata Yassierli.

Untuk mewujudkan agenda tersebut, ia menyebut empat fokus utama Kemnaker, yakni membangun pekerja kompeten dan siap menghadapi perubahan, membangun pasar kerja adaptif, menciptakan dunia kerja inklusif, serta memperkuat hubungan industrial harmonis dan adaptif.

BACA JUGA :  Melalui SIJANTAN, Dinas PUPP Kepri Buka Layanan Pengaduan Kerusakan Jalan dan Jembatan

Pertama, Kemnaker terus memperkuat pembangunan pekerja kompeten melalui pelatihan vokasi, pemagangan, sertifikasi kompetensi, serta sinergi dengan dunia usaha dan dunia industri.

Kompetensi dibangun harus selaras dengan kebutuhan industri sekaligus mempersiapkan pekerja menghadapi digitalisasi, kecerdasan artifisial (AI), otomasi, transisi energi dan perkembangan industri baru.

“Kita harus semakin mampu membaca perubahan kebutuhan industri agar sistem pelatihan kita tidak selalu datang terlambat. Sebab pada akhirnya, kedaulatan industri membutuhkan kedaulatan kompetensi,” kata Yassierli.

Kedua, Kemnaker terus memperkuat pasar kerja yang adaptif melalui layanan informasi pasar kerja, pencocokan kerja (job matching), pemagangan, serta penguatan reskilling dan upskilling. Data Sakernas Mei 2026 mencatat sekitar 148 juta penduduk Indonesia telah bekerja, dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,65 persen.

“Pasar kerja harus mampu mempertemukan orang yang membutuhkan pekerjaan dengan pekerjaan yang membutuhkan kompetensi mereka, secara lebih cepat dan tepat,” kata Yassierli.

BACA JUGA :  Barenlitbang Gelar Sosialisasi Usulan Pokir Anggota DPRD Lingga

Ketiga, Kemnaker terus membangun dunia kerja yang inklusif dengan memperluas kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk memperoleh kompetensi dan pekerjaan yang layak. Keempat, Kemnaker memperkuat regulasi dan hubungan industrial agar kemajuan industri berjalan seiring dengan peningkatan produktivitas dan kesejahteraan pekerja.

Kekuatan industri pada akhirnya harus tercermin dalam meningkatnya produktivitas, daya saing, dan kesejahteraan pekerja. Karena itu, setiap program ketenagakerjaan perlu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari memperoleh kompetensi hingga mendapatkan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan.

“Tugas kita adalah membuat perjalanan mereka menjadi lebih baik: dari belajar menjadi kompeten, dari kompeten memperoleh pekerjaan, dari bekerja menjadi semakin produktif, dan dari produktivitas memperoleh kehidupan yang semakin sejahtera,” pungkas Yassierli. (*Red)

Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari KABARTERKINI.co.id. Ayo bergabung di Facebook dan Instagram KABARTERKINI.co.id, atau klik link https://www.kabarterkini.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini